• Live Streaming
  • E Paper
  • Wideshot
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
  • NASIONAL

    Mahasiswa Serukan Penuntasan Kerusuhan Sumbawa

    Laporan:
    Jum'at, 25 Januari 2013 | 14:21 WIB
    ANTARA/Ikhsan/bb

    Metrotvnews.com, Mataram: Lebih dari 50 orang mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan Pemuda Indonesia (AKPI) Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar unjuk rasa di depan kantor gubernur, Jumat (25/1), menuntut penuntasan kasus kerusuhan di Kabupaten Sumbawa.

    Unjuk rasa yang dikoordinir Riyadi itu melibatkan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI), pemuda Islam, pemuda katolik, dan Pengurus Daerah (PD) Kesatuan Mahasiswa Hindu Datma Indonesia (KMHDI).

    Unjuk rasa berlangsung aman dan lancar, serta berada dalam pengawalan aparat kepolisian Polres Mataram yang membentuk pagar betis di pintu gerbang Kantor Gubernur NTB di Mataram. Pengunjuk rasa membawa spanduk besar yang antara lain bertuliskan "Gubernur NTB dan Kapolda NTB gagal".

    Sejumlah pengunjuk rasa berorasi secara bergantian dari setiap organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan itu, yang pada intinya menuntut penuntasan kasus kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Sumbawa, 22 Januari 2013. Dalam dalam orasinya, Riyadi meminta Gubernur NTB dan Kapolda NTB tidak hanya bertindak sebagai pemadam kebakaran atas berbagai kerusuhan yang terjadi di wilayah NTB belakangan ini.

    Dalam beberapa tahun terakhir ini, mencuat kerusuhan yang dipicu oleh isu menyesatkan, yang terjadi di Bima, Lombok, dan terakhir di Sumbawa. "Jangan hanya jadi pemadam kebakaran, sudah terjadi pembakaran,
    pengrusakan, pencurian dan penjarahan baru melakukan imbauan agar tidak terpengaruh isu menyesatkan. Bukannya, menempuh langkah-langkah antisipasi sebelum terjadi tindakan anarkisme itu," ujarnya.

    Riyadi juga menyerukan kepada aparat kepolisian agar bertindak tegas dalam penanganan tindakan anarkisme, dan harus tetap mengutamakan langkah pencegahan, bukan penanganan pascakerusuhan. "Kami percaya aparat kepolisian mampu melakukan pencegahan, bukan hanya penanganan pascakerusuhan, apa kerjanya dan apa saja yang dilakukan sehingga kerusuhan yang mungkin saja telah terencana tetapi tidak dapat dicegah," ujarnya. (Ant/OL-2)


    Editor:
    Komentar
    FOTO
    MORE ...