• Live Streaming
  • E Paper
  • Wideshot
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
  • NASIONAL

    Bontang Siapkan Rp9 M untuk Penanganan Banjir

    Laporan:
    Sabtu, 02 February 2013 | 06:05 WIB
    TERKAIT

    Metrotvnews.com, Bontang: Pemerintah Kota Bontang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk pembangunan fisik guna mengatasi banjir.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bontang, Kalimantan Timur, Syirajuddin mengatakan dana itu disiapkan untuk melakukan normalisasi lima sungai, yakni pemasangan turap sungai di Pisangan Rp2 Milliar, di Kelurahan Api Api, Gunung Elai, dan Bontang Kuala sebesar Rp5 miliar, dan anggaran penangan banjir di Guntung Rp2 miliar.

    "Total anggaran disiapkan untuk normalisasi sungai ada Rp7 miliar yang diharapkan bisa menekan banjir kiriman yang melanda sejumlah dataran rendah terutama di Teluk Pandan. Proyek ini akan mulai dilakukan bulan ini," tuturnya, Jumat (1/2)

    Selain itu, pihaknya juga akan membangun waduk di Desa Suka Rahmat senilai Rp2 miliar untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Namun pengerjaan waduk ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kutai Timur karena wilayah pengerjaanya masuk diwilayah Kutai Timur. Keberadaan waduk tersebut sangat penting untuk menghindari terjadinya banjir di Guntung.

    "Kan dua hari lalu ada 123 rumah yang terendam banjir di Guntung akibat meluapnya beberapa sungai disekitarnya. Ini lah nantinya yang akan kita normalisasi dan buat waduk," ujarnya.

    Ia megharapkan jika pembangunan itu selesai, banjir yang kerap melanda Bontang bisa diminimalisir.

    Sementara itu, Pemerintah Kota Samarinda meminta warganya yang tinggal di daerah kawasan perbukitan dan pinggiran sungai Mahaklam dan Karang Mumus untuk selalu waspada terjadinya tanah longsor dan bajir, pasalnya intensitas hujan di Februari ini sangat tinggi. Apalagi saat ini, sejumlah kawasan di Samarinda masih terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

    "Yang tinggal di perbukitan kita minta selalu waspada. Ada tiga lokasi yang dinilai rawan, yakni di Selili, Teluk Lerong, dan Kawasan Gang Swadaya di Samarinda Ulu,"kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dadang Airlangga,"ujarnya.

    Dari catatan BMKG Samarinda dalam kurun 40 tahun terakhir, curah hujan pada dasarian III (21 hingga 30 Januari mencapai 66,7 mm sedangkan dasarian I (1-10 Februari) mencapai 71 mm. Ini menandakan curah huna masih relatif tinggi pada Februari ini. Karena pada awal pekan ini yang menyebabkan sebagian kawasan di Samarinda kebanjiran akibat curah hujan yang mencapai 96 mm.

    Kondisi ini juga telah menyebabkan, ketinggian air di Bendungan Benanga, Lempake, Samarinda naik hingga ketinggian 80 Cm, padahal normalnya hanya 25 hingga 30 Cm.

    "Kalau sudah mencapai 90 Cm kota Samarinda akan terjadi banjir bandang dan itu sudah masuk kategori siaga III. Semuanya sudah dikoordinasi dengan semua instansi terkait," tuturnya.

    Ia menambahkan, pihaknya telah menurunkan sejumlah personel untuk melakukan patroli terutama di daerah rawan banjir. Sedangkan saat ini masih ada sejumlah kawasan yang terendam banjir dan kondisi air sudah mulai surut. (Syahrul Karim/Awi)


    Editor:
    Komentar
    FOTO
    MORE ...