• Live Streaming
  • E Paper
  • Wideshot
  • Facebook
  • Twitter
  • RSS
  • NASIONAL

    Trans Bandarlampung Terancam Bubar

    Selasa, 19 Maret 2013 | 17:09 WIB
    MI/Ahmad Novriwan/ip
    TERKAIT

    Metrotvnews.com, Bandarlampung: Konsorsium Bus Rapid Transit (BRT) terancam bubar lantaran sudah tidak mampu membayar gaji karyawan dan pengemudi.

    Berdasarkan data PT Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk., dinyatakan konsorsium Trans Bandarlampung gagal kredit Rp73,6 miliar. Kredit untuk pembelian 250 armada bus rapid transit (BRT) tersebut disalurkan melalui PT Pracico Multifinance. Harga satu bus mencapai Rp525 juta dengan 10% bunga kredit.

    Kepala Cabang BJB Bandar Lampung Adie Arief Wibawa mengakui, informasi gagal kredit itu pernah dibahas. Namun pihaknya tidak menagih kredit tersebut kepada Konsorsium Trans Bandarlampung.

    "Kredit tersebut kami salurkan melalui PT Pracico Multifinance, jadi kami menagihnya ke PT Pracico karena tanggung jawab penagihan ada pada mereka," kata Adie Arief Wibawa di Bandarlampung, Selasa (19/3).

    Terungkapnya gagal kredit Trans Bandarlampung, bermula dari laporan kinerja BJB tahun anggaran 2012. Tahun lalu, BJB mampu mencatat laba hingga Rp1 triliun. Namun kinerja baik tersebut terhadang rapor merah pada rasio kredit macet (nonperforming loan/NPL) yang mencapai 2,1%, naik dari posisi 1,2% di tahun 2011.

    Kredit komersial BJB mencatat kenaikan NPL terbesar, dari 4,8% menjadi 7,3%. Dalam laporannya, Direktur Utama BJB Bien Subiantoro mengatakan, peningkatan NPL komersial karena adanya beberapa penyelewengan, kegagalan, dan penyalahgunaan kredit.

    Menurut Adie Arief, proses pencairan dana tersebut dilakukan jauh sebelum BJB buka cabang di Bandarlampung. Menurut Adie, pencairan dana tersebut melalui BJB Kantor Cabang Khusus (KCK) Jakarta. "Kami baru buka cabang di Bandarlampung pada Maret 2013, sedangkan proses kredit itu jauh sebelumnya," kata Adie.

    Direktur Utama (Dirut) BRT Trans Bandarlampung I Gede Jelantik mengatakan, pihaknya masih belum bisa memberikan data mengenai jumlah angka pinjaman mereka ke PT Pracico Multifinance.

    Termasuk, berapa yang sudah dibelikan armada BRT dari pinjaman tersebut dan berapa yang sudah dilunasi. "Kami bukan tidak mau memberikan data, tapi itu rahasia perusahaan. Masak kita punya utang harus diungkapkan ke media," kata Jelantik.

    Menurut dia, pihaknya akan berkomitmen untuk membayar pinjaman kepada PT Pracico Multifinance tersebut. "Kami akan komitmen melunasi utang tersebut. Kami ini pengusaha, apapun risikonya akan kami tanggung. Kami akan berupaya sebaik-baiknya," ujar anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung itu.

    Jelantik menyesalkan sikap pihak BJB yang belum memberitahu ke pihak konsorsium. "Seharusnya beritahu ke kami dulu dong, jangan ke pihak lain dulu. Sampai sekarang pun kami belum tahu," kata Jelantik.

    Kemudian ketika ditanya mengenai kesanggupan dalam melunasi pinjaman tersebut, Jelantik berkilah. "Ya ini kan rahasia perusahaan, kalau bisa jangan dipublikasikan dululah. Seharusnya BJB memberi tahu kami dulu atas permasalahan ini," kata Jelantik.

    Saat ini, menurut Kepala Supervisor BRT Anton Saputra, dari 250 armada BRT, hanya 101 armada yang beroperasi di sejumlah koridor. "Dulu ada 250, tapi sekarang hanya 101 yang beroperasi. Sisanya ada yang ditarik pihak dealer dan ada yang kita kandangkan," jelasnya. (Ahmad Novriwan)


    Editor: Henri Salomo Siagian
    Komentar
    FOTO
    MORE ...