Metrotvnews.com, Palembang: Seorang anggota TNI Batalyon Armed 15/76 Tarik Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, tewas ditembak seorang polisi. Peristiwa ini menebarkan suhu panas antara Kepolisian dan TNI di wilayah Sumsel.
Pratu Heru Oktavianus tewas setelah berkelahi dengan anggota Polres OKU, Brigadir Bintara Wijaya, di Desa Sukajadi, OKU, Ahad (27/1) dinihari. Keduanya diketahui adu mulut hingga Bintara Wijaya mengeluarkan pistol dan menembak Ratu.
Namun, selain mengalami luka tembak di punggung kanan, Ratu Heru mengalami juga luka tusuk di sebelah kiri. Korban pun langsung dibawa saksi ke Rumah Sakit Santo Antonius, Baturaja, untuk mendapat perawatan. Namun, saat sampai di RS, nyawa korban tak tertolong.
Jasad korban pun dibawa ke Rumah Sakit Muhammad Husin, Palembang, dan dijaga puluhan anggota TNI. Calon istri korban yang juga berada di RS terlihat terpukul. Pasalnya, tiga bulan mendatang, keduanya akan melangsungkan pernikahan.
Kedua institusi masih mencari penyebab pertikaian hingga tewasnya Pratu Heru. Adapun Brigadir Bintara Wijaya kini ditahan di Polres OKU. Sejumlah anggota TNI berjaga-jaga di Polres OKU guna mencegah aksi balasan dari anggota TNI yang tidak terima pembunuhan ini.
Kapolda Sumsel, Insoektur Jenderal Polisi Iskandar Hasan berkata pihaknya tetap akan menindak tegas Brigadir Bintara Wijaya yang menembak Pratu Heru.
Sementara Kodam II Sriwijaya Kolonel Jauhari berjanji pihaknya tidak akan menyerang balik pihak kepolisian. Terlebih, anggota TNI Batalyon Armed 15/76 Tarik Martapura diimbau agar tidak keluar dari markasnya. (AFW)