Metrotvnews.com, Moskow: Meteor yang menghantam wilayah pegunungan Ural, Rusia, Jumat (15/2) lalu mengejutkan dunia karena sempat tidak terdeteksi hingga menghantam bumi.
Banyak kalangan kemudian mengaitkan meteor yang jatuh di Rusia itu dengan Asteroid 2012 DA14 yang melintas dekat orbit bumi Sabtu (16/2) dini hari. Namun, Direktur pengawasan objek dekat bumi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Don Yeomans membantahnya.
Seperti dilansir Fox News, Yeomans menyatakan meteor yang menghantam Rusia dikenal dengan istilah bolide dan memiliki estimasi jejak dan waktu yang tidak pas dengan 2012 DA14.
"Asteroid tersebut (2012 DA14) akan melakukan perjalanan dari selatan ke utara. Jejak bolide bukan selatan ke utara dan waktu terpisahnya bola api dengan 2012 DA14 tidak signifikan," tukasnya.
Para pejabat Rusia mengatakan sebuah meteor yang jatuh di wilayah Chelyabinsk, dekat Pegunungan Ural, memicu ledakan-ledakan yang melukai sedikitnya 1.200 orang.
Para saksi mata menggambarkan benda-benda yang terlihat seperti batu-batu terbakar berjatuhan dari langit di wilayah sepanjang ratusan kilometer, dan meninggalkan jejak awan putih panjang di belakangnya.
Suara dentuman dan guncangan setelah jatuhnya meteor itu Jumat pagi memecahkan kaca-kaca jendela dan membunyikan alarm mobil. (Dika Dania Kardi/Ray)