|
Jakarta, 25 April 2008 – Bersama ini saya Desi Anwar, jurnalis senior Metro TV membantah keras tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di hadapan kalangan pers internasional pada tanggal 18 April di Dili, bahwa saya telah melanggar kode etik jurnalistik, melakukan berbagai kegiatan yang melanggar hukum dan yang memberi andil terhadap upaya pembunuhan kepada dirinya, serta diancam akan dilaporkan ke institusi pers internasional.
Tuduhan-tuduhan tersebut adalah bohong, tidak bertanggung jawab dan menyakitkan.
1. Tuduhan2 tersebut bohong karena tidak ada secuil kebenaran pun dalam pernyataannya. Saya tidak pernah pergi ke Atambua, tidak pernah memalsukan dokumen dan memfasilitasi perjalanan Mayor Alfredo Reinado, tidak pernah melakukan kontak apapun baik langsung maupun tidak langsung apalagi yang melanggar hukum dan memberi andil terhadap upaya pembunuhan kepada Presiden Jose Ramos Horta. Selama hidup saya, saya tidak pernah mengenal, bertemu atau melakukan kontak apapun dengan Mayor Alfredo Reinado.
2. Tuduhan2 tersebut tidak bertanggung jawab karena merupakan tuduhan yang sangat serius, yaitu membantu dalam upaya pembunuhan seorang Presiden, mencemarkan nama baik saya dan melecehkan saya sebagai jurnalis dan sebagai pribadi di Indonesia maupun di dunia internasional. Tuduhan2 tersebut berbahaya karena dilontarkan oleh seorang Presiden sehingga dapat menimbulkan persepsi negatif serta konsekuensi yang sangat merugikan bagi diri saya sebagai pribadi dan secara professional, yang dapat menyulitkan saya melakukan tugas-tugas kewartawanan saya di dunia di masa mendatang.
3. Tuduhan2 tersebut menyakitkan karena saya sebagai jurnalis mengenal Jose Ramos Horta, begitu pula Xanana Gusmao saat mereka masih dicap sebagai pemberontak terhadap negeri ini di masa silam, sehingga saya tidak paham mengapa tuduhan2 tersebut sekarang dialamatkan kepada diri saya serta apa maksud yang dituju.
Oleh sebab itu saya Desi Anwar, jurnalis Metro TV:
1. Memprotes keras atas tuduhan-tuduhan tidak mendasar tersebut dan meminta dengan segera agar Presiden Timor Leste Ramos Horta menarik kembali tuduhan-tuduhan tersebut dan meminta maaf kepada saya Desi Anwar dan Metro TV di depan publik internasional.
2. Memohon kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta penjelasan terhadap Presiden Ramos Horta atas tuduhan-tuduhan tidak mendasar tersebut, memulihkan nama baik saya dan Metro TV, serta melindungi saya sebagai pribadi, jurnalis dan warga negara Republik ini dari segala konsekuensi negatif yang dapat timbul dari tuduhan-tuduhan tersebut yang telah disiarkan di media internasional.
3. Meminta perlindungan kepada seluruh asosiasi jurnalistik dan kalangan pers baik di Indonesia maupun internasional akibat tuduhan-tuduhan ini dan melakukan protes resmi terhadap tuduhan-tuduhan yang telah melecehkan profesi jurnalistik ini.
Sekali lagi, saya Desi Anwar jurnalis Metro TV, tidak terima dituduh tanpa dasar oleh seorang Presiden negara lain di hadapan khalayak internasional dan saya tidak akan diam hingga permintaan serta permohonan saya dipenuhi.
Desi Anwar
Metro TV
|