Ulos Samosir, Kain Tenun yang Ramah Lingkungan

Lifestyle + | Minggu, 18 September 2011 09:40 WIB

KERAJINAN tenun ulos merupakan produk ramah lingkungan dari Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Pengrajin menggunakan zat pewarna alam sebagai bahan dasar mewarnai benangnya. Sehingga, pengrajin pun dapat mempertahankan kualitas ulos.

"Kami tetap berupaya mempertahankan penggunaan bahan pewarna alami sebagai ciri khas kampung tenun Ulos Samosir, sehingga hasil produksinya tidak menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran lingkungan," kata Merdi Sihombing, pengelola kampung tenun di Pangururan, Ahad (18/9).

Menurutnya, bahan pewarna kain tenun itu berasal dari sejumlah tumbuhan perdu dan tanaman lain seperti kayu jabi-jabi dan sona. Pewarna hitam dan merah diperoleh dari tanaman itom dan salaon.

"Meski perkembangan teknologi pembuatan ulos semakin modern, tetapi hingga kini kami tetap berupaya mempertahankan penggunaan bahan pewarna alami sebagai ciri khas," ujar Merdi.

Dikatakannya, penggunaan pewarna alami sekaligus bertujuan menjaga dampak negatif langsung terhadap manusia, khususnya daerah sekitar pembuangan limbah dekat danau Toba. Produksi kain pun secara otomatis terhindar dari pencemaran lingkungan.

Ia mengaku banyak keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan zat pewarna alam itu. Karena di samping sejumlah bahan baku yang masih dengan mudah didapat, perairan Danau Toba tidak tercemar saat proses pencucian benang.

Memang, kata dia, penggunaan pewarna alami berpengaruh terhadap kuantitas produksi. Namun itulah keunggulan tersendiri yang dimiliki. Sebab peminat ulos yang sadar dampak negatif dan berbahayanya berbagai zat kimia yang berpotensi merusak kesehatan, justru akan memilih produk ramah lingkungan.

Merdi menyebutkan, teknik pembuatan ulos dengan pewarna alami sebagian dimodifikasi agar lebih modern. Namun ciri khasnya tak hilang sehingga kualitasnya pun tak mengecewakan.

"Saya berharap, para pengrajin ulos yang lain dapat mengembangkan sistem penggunaan pewarna alami, agar pencemaran lingkungan dapat diminimalisir," katanya.(Ant/RRN)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan: