Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 tidak akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi perekonomian global yang menurun pada tahun depan. Apalagi, anggaran belanja negara masih terlalu berat pada belanja pegawai dan subsidi sehingga efek berkelanjutannya (multiplier effect) kecil.
Demikian disampaikan Kalla dalam Seminar Politik Ekonomi Indonesia 2012 di Jakarta, Rabu (16/11).
Ia melanjutkan di tengah kondisi perekonomian global yang tidak menentu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan menurun pada tahun depan jika pemerintah tidak memiliki langkah-langkah yang jelas untuk mengantisipasinya. "Asalnya karena APBN terlalu berat ke biaya pegawai dan biaya subsidi. Padahal belanja barang yang dulu disebut anggaran pembangunan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, sekarang malah menjadi kecil," kata Kalla.
Dalam APBN 2012, belanja pegawai sebesar Rp 215,73 triliun masih mendominasi dengan persentase 22,36 persen dari belanja pemerintah pusat yang besarnya Rp965 triliun diikuti belanja subsidi energi Rp168,56 triliun (17,47 persen). Sementara belanja barang dialokasikan sebesar Rp142,24 triliun (14,74 persen) dan belanja modal dialokasikan Rp 168,27 triliun (17,44 persen) dari belanja pemerintah pusat.(MI/BEY)