KALAU dilihat dari foto-foto presiden Amerika Serikat, dari sebelum sampai sesudah ia memegang jabatan, tampak ada penambahan keriput dan rambut yang beruban dari sebelumnya. Menurut penelitian dari ahli demografi dari Universitas Illinois Chicago, S. Jay Olshansky, yang dimuat dalam jurnal Asosiasi Kesehatan Amerika, presiden AS mengalami penuaan lebih cepat, namun memiliki harapan hidup lebih lama daripada manusia pada umumnya.
Olshansky tertarik meneliti ini ketika Presiden Barack Obama merayakan ulang tahun ke-50 di kampung halamannya, Chicago. Saat itu media menyiarkan potret gambar-gambar sebelum menjabat hingga kini menjadi presiden AS ke-44 itu. Ketika gambar difokuskan ke rambut dan mata, tampak rambut Obama mulai beruban dan mata semakin keriput.
Olshanksy mulai menghitung dari usia dan tahun saat mereka mulai dilantik sebagai presiden AS. Lalu membandingkannya dengan berapa lama mereka benar-benar hidup. Empat presiden yang meninggal karena terbunuh tidak masuk dalam penelitiannya. Ia menemukan bahwa 23 dari 34 presiden AS meninggal karena faktor alami pada usia yang sangat senja. Mereka hidup lebih lama dari pria-pria yang hidup di masanya.
Contohnya, usia rata-rata dari delapan presiden pertama hingga 79,8 tahun. Padahal, harapan hidup pria pada masa itu adalah kurang dari 40 tahun. Alasannya mungkin mereka memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan akses kesehatan yang lebih baik dari orang lain. "Semua presiden selalu memanfaatkan kekayaannya untuk menjaga kesehatan, mereka memiliki akses ke perawatan medis yang berkualitas," kata Olshansky yang mencatat bahwa tidak ada cara ilmiah yang langsung mengukur tingkat penuaan biologis.
Usia rata-rata presiden saat dilantik dalam penelitian ini adalah 55,1 tahun, yang berarti mereka berhasil menghindari berbagai macam penyakit serius di saat pria di usia yang sama mengalami penyakit-penyakit serius. Olshansky mengatakan stres memang dapat meningkatkan tanda-tanda penuaan, tetapi belum tentu mempersingkat harapan hidup presiden.
Dr. William Hall, seorang pakar penuaan di Universitas Rochester Medical Center mengatakan, "Penelitian ini merupakan cara yang sangat cerdas dalam mengungkapkan prinsip penting dari apa yang kita sebut dengan penuaan sukses". (rtrs/**)