Peti Mati Simon Bolivar Bertahtakan Emas dan Permata

Internasional | Selasa, 20 Desember 2011 07:45 WIB

SIMON Bolivar, pahlawan bangsa-bangsa Amerika Selatan, telah meninggal pada 1830 lalu. Namun, hingga kini penghormatan bangsa Amerika Latin terhadap dirinya tidak pernah pudar.

Hal ini terlihat saat Presiden Venezuela Hugo Chavez membuka selubung peti mati mewah yang dipersembahkan sebagai tempat istirahat terakhir Bolivar.

Peti mati dari kayu mahogani itu berhiaskan permata dan mutiara, serta dihias bintang emas. Pembukaan selubungnya dilakukan dalam sebuah upacara untuk memperingati hari kematian Bolivar.  "Kau akan selalu hidup dalam (hati) kami," kata Presiden Chavez saat berpidato disamping peti itu.

Tahun lalu Chavez memerintahkan penggalian makam Simon Bolivar untuk mengetahui apakah benar tokoh kemerdekaan benua Amerika itu meninggal karena menderita TBC seperti ditulis di buku sejarah selama ini, atau seperti kecurigaan sebagian orang, karena dibunuh. Setelah penggalian para ahli menyimpulkan tak ada bukti bahwa Bolivar sengaja diracun hingga tewas.

Bolivar, yang dijuluki Sang Pembebas memimpin revolusi bersenjata di Amerika Latin melawan penjajahan Spanyol abad ke-19. Ia meraih kemerdekaan untuk Venezuela serta sejumlah negara Amerika selatan lain. (BBC/MI/*)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan: