Metrotvnews.com, Tokyo: Bahaya masih mengancam Jepang setelah bencana Tsunami mematikan. Reaktor Nuklir di Fukushima Daichi sudah berada dalam keadaan membahayakan. Hingga saat ini pihak otoritas setempat memberlakukan zona radiasi nuklir sejauh 20 kilometer.
Ancaman radiasi nuklir muncul akibat rusaknya pipa saluran nuklir yang disebabkan gempa dan Tsunami pada maret silam. Sejak kejadian itu, sekitar 78 ribu warga yang tinggal di sekitar PLTN Fukushima sudah dievakuasi. Kebanyakan dari mereka belum kembali ke rumah. Saat proses evakuasi, berapa binatang peliharaan milik warga tidak ikut.
Hampir satu tahun bencana Jepang, hewan-hewan peternakan milik warga Fukushima mati. Makan rumput yang terkena radiasi nuklir, menjadi penyebab kematian. Bukan hanya sapi dan babi, anjing pun banyak yang sekarat akibat penyakit pernafasan. Di daerah Fukushima sendiri banyak bertebaran tengkorak anjing dan kucing serta binatang lainnya.
"Ini mungkin hasil yang tak dapat dihindari, karena radiasi nuklir sudah mulai mengancam kehidupan di Fukushima," kata Fukushima Yasunori Hoso, salah satu anggota Tim Penyelamatan Hewan Jepang.
Meski memaklumi apa yang terjadi, ia tetap meminta pemerintah menyelamatkan hewan-hewan tersebut. "Kami terus meminta pemerintah untuk menyelamatkan hewan ini dari bencana radiasi nuklir Fukushima," ujarnya.
Sebelumnya Badan Kesehatan Lingkungan Jepang telah memberikan peringatan kepada pemerintah untuk menyelamatkan hewan ternak dan hewan peliharaan yang berada di daerah Fukushima. Pihak kesehatan lingkungan Jepang khawatir dengan risiko radiasi yang akan membahayakan siapa saja termasuk hewan.
Setelah menerima laporan terkait tingginya angka kematian hewan di Fukushima, akhirnya pemerintah memilih untuk mengambil sikap untuk penyelamatan hewan. Desember lalu, pemerintah mengizinkan kelompok pemerhati hak hewan untuk memasuki zona eksklusi dan penyelamatan hewan-hewan yang masih hidup. Hoso masuk dengan anggotanya, membawa kandang dan makanan.
Hingga saat ini sedikitnya 200 hewan peliharaan sudah dibawa keluar Fukushima untuk perawatan. Sayangnya mereka tak dapat bersatu kembali dengan keluarga pemiliknya karena alasan kesehatan.(CNN/**)