Metrotvnews.com, Jakarta: Puting beliung selama empat hari terakhir, dari Rabu (25/1) hingga Ahad (29/1) hari ini, dampaknya cukup besar. Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, sebanyak 35 kabupaten/kota di Jawa dan Bali diterjang puting beliung.
Sebanyak 14 orang meninggal, 60 orang luka-luka, dan 2.364 rumah rusak. Kerusakan rumah bervariasi, dari roboh hingga rusak ringan. Umumnya, kerusakan diakibatkan pohon roboh dan atap rumah yang terangkat oleh angin.
Ke-35 kabupaten/kota tersebut adalah Lebak, Tangerang, Pandeglang, Sukabumi, Bekasi, Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan, Majalengka, Garut, Kuningan, Tasikmalaya, Ciamis, Bandung, Cianjur, Situbondo, Kediri, Blitar, Malang, Indramayu, Magelang, Boyolali, Semarang, Banyumas, Sleman, Jember, Wonosobo, Purbalingga, Banjarnegara, Ponorogo, Ngawi, Pasuruan, Magetan, Bangkalan, Sumenep, Tabanan, dan Denpasar.
Sebagian besar korban meninggal akibat kejatuhan pohon tumbang, yaitu tiga orang di Tabanan, tiga orang di Purbalingga, dua orang di Kediri, dua orang di Banyumas. Sedangkan, di Jakarta Selatan, Wonosobo, Ciamis, dan Pasuruan masing-masing seorang. Berdasarkan jumlah kerusakan rumah, wilayah yang terparah terjadi di Kepulauan Seribu, Banyumas, Banjarnegara, dan Situbondo.
"Kejadian puting beliung yang massif tersebut sangat dipengaruhi adanya siklon tropis IGGY di selatan Nusa Tenggara dan Bali. Saat ini siklon tropis IGGY sudah makin melemah dan menjauhi wilayah Indonesia,” papar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Ahad (29/1).
BPBD dan pemerintah daerah bersama aparat TNI/Polri, dinas terkait, dan masyarakat telah memberikan bantuan penangangan bencana. Logistik dan peralatan bantuan BNPB yang diberikan kepada BPBD provinsi sebagian telah didistribusikan kepada korban. Beberapa pemda telah memberikan santunan kepada keluarga korban dan bantuan perbaikan rumah. (MI/DOR)