Metrotvnews.com, Solo: Jumlah angkutan kota (angkot) yang beroperasi di Kota Solo, Jawa tengah, kian menyusut. Dari 290 unit yang terdaftar, hanya 116 atau 40% yang hingga kini masih bisa terus beroperasi.
"Sisanya yang 60 persen lagi tidak tahu seperti apa nasibnya. Ada yang dikandangkan hingga menjadi besi tua, ada pula yang mungkin sudah dijual," kata Ketua Dewan Pengurus Cabang Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Solo Joko Suprapto, Senin (30/1).
Menurutnya, penyebab utama menyusutnya armada angkot karena semakin sepinya jumlah penumpang. Itu dipengaruhi oleh kepemilikan jumlah kendaraan pribadi yang terus meningkat, mobil maupun sepeda motor.
Berkurangnya jumlah angkot, ujarnya, bukan tidak berdampak pada masyarakat, khususnya yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Tidak jarang mereka harus menunggu angkutan umum itu dalam waktu yang lama. Salah satunya adalah di trayek angkot 03 yang melayani rute Terminal Tirtonadi, Jebres.
Joko mengakui terjadinya imbas itu. Namun, katanya, Organda tidak bisa berbuat banyak, karena pihaknya juga maklum jika pengemudi atau pemilik angkot berupaya memaksimalkan jam operasional. Oleh karena itu angkutan umum tersebut hanya beroperasi pada jam-jam tertentu yang diperkirakan ramai penumpang. "Tapi untuk soal trayek, kami pastikan sampai saat ini belum ada yang ditutup," katanya.
Organda hanya berharap Pemerintah Kota Solo memberikan perhatian terhadap nasib pemilik angkot. Alasannya, bagaimana pun juga mereka merupakan bagian dari penyelenggara transportasi umum. (MI/Wrt3)