Pemerintah Ajukan Keberatan terhadap Aturan Biodiesel AS

Polhukam | Rabu, 1 Februari 2012 18:30 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah menyiapkan pengajuan keberatan terhadap rencana penerapan aturan standar biodiesel Amerika Serikat (AS). Aturan itu antara lain menyatakan biodiesel dari minyak kelapa sawit tidak memenuhi standar bahan bakar terbarukan.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan pihaknya akan menyampaikan argumen sanggahan pada 27 Februari ini sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. "Kami sudah duduk bersama dengan asosiasi pengusaha untuk merumuskan argumentasi terkait kebijakan tersebut," katanya di Kementrian Perdagangan, Jakarta, Rabu (1/2).

Lebih lanjut Gita mengatakan keberatan disampaikan untuk memastikan penerapan peraturan standar tersebut nantinya tidak mempengaruhi ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke AS dan negara-negara tujuan ekspor yang lain.

"Ini penting untuk kita karena walaupun ekspor minyak kelapa sawit ke Amerika Serikat kecil, kalau keberatan tidak diajukan nanti bisa menjadi preseden yang tidak baik bagi minyak kelapa sawit Indonesia dan kemudian mempengaruhi ekspor," jelasnya.

Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan pemerintah akan melihat kemungkinan adanya diskriminasi terhadap minyak kelapa sawit dalam rancangan peraturan mengenai standar bakar bakar terbarukan AS.

"Kami akan menyampaikan pembuktian secara ilmiah juga, akan dimasukkan dalam argumentasi bahwa penetapan standar mereka tidak benar karena biodiesel dari minyak nabati lain juga demikian," katanya.

Sebelumnya Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (United States Environtmental Protection Agency/EPA) menyatakan bahwa biodiesel dari minyak kelapa sawit tidak memenuhi syarat sebagai bahan bakar terbarukan karena emisi gas rumah kacanya masih tinggi.

Dalam proposal aturan mengenai standar bahan bakar terbarukannya, EPA menyebutkan bahwa biodiesel berbahan minyak kelapa sawit hanya memberikan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 17 persen padahal menurut peraturan standar nasional AS biodiesel harus memberikan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 20 persen.

National Biodiesel Board Amerika Serikat menyatakan menghormati usulan EPA dan akan mengikutinya.

Hal itu akan membuat perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat tidak membuat biodiesel dari minyak kelapa sawit lagi supaya bisa memenuhi standar bahan bakar terbarukan dalam negerinya. (Ant/Wrt3)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan: