TERSENYUM setulus hati bisa menjadi obat mujarab bagi kesehatan manusia. Hal itu dikemukakan dalam studi Stanford University School of Medicine, Inggris, yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience.
Dalam penelitian itu, otak 15 anak berusia 6-12 tahun dipindai dengan magnetic resonance imaging (MRI) saat mereka menonton klip-klip pendek yang berisi adegan berkategori lucu dan netral. Hasil scan otak menunjukkan video lucu membuat anak tersenyum dan mengaktifkan daerah mesolimbic atau bagian otak orang dewasa yang berfungsi untuk merespons humor. Padahal, mesolimbic pada anak-anak belum seharusnya berkembang.
Hal itu mengindikasikan selera humor yang kuat sangat penting untuk membantu anak-anak menjadi lebih tangguh dalam melewati masa sulit praremaja dan remaja. (HealthDay/MI/ICH)