Jerman Desak China Beri Tekanan pada Iran

Internasional | Jumat, 3 Februari 2012 06:40 WIB

Metrotvnews.com, Beijing: Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak China memberi tekanan yang lebih besar kepada Iran agar menghentikan program nuklir. Hal itu dikatakan Merkel saat berkunjung ke Beijing, Kamis (2/2).

Dalam kunjungannya itu, Merkel membahas masalah tersebut secara mendalam dengan Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao.

"Jika kita membahas sanksi Eropa terhadap Iran, pertanyaannya adalah bagaimana China menggunakan pengaruhnya untuk memberi pemahaman kepada Iran bahwa dunia tidak memerlukan satu negara lagi dengan kekuatan nuklir," kata Merkel.

Pemimpin Jerman ini mengatakan pihaknya berharap Dewan Keamanan PBB bisa mengeluarkan resolusi tentang Iran yang didukung oleh seluruh anggota.

Sebelumnya, Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap Iran ketika Presiden Obama menandatangani undang-undang baru pada 31 Desember 2011, yang melarang transaksi dengan bank sentral Iran.

Negara-negara Barat menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun pemerintah di Teheran menegaskan program nuklir mereka untuk kepentingan damai.

Uni Eropa pun telah melarang impor minyak mentah dari Iran. Namun keputusan itu sempat dikritik pemerintah China.

China sejak awal menolak mendukung sanksi terhadap Iran meski PM Wen Jiabao bulan lalu mengatakan pemerintah China tidak menyetujui upaya Iran mengembangkan senjata nuklir.

Iran adalah pemasok minyak terbesar ketiga untuk Cina. Li Xiangang, pakar di Institut Cina untuk Kajian Internasional mengatakan pemerintah Cina akan bertindak setelah Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengirim inspektur ke Iran.

"Cina menentang penggunaan energi nuklir untuk membuat senjata. Kami setuju kalau program nuklir untuk kepentingan damai. Sanksi terhadap Iran hanya akan mendorong kenaikan harga minyak dunia dan melemahkan pemulihan ekonomi global," kata Li. (BBC/Wrt3)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan: