Metrotvnews.com, Sentani: Hujan lebat mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua, sejak Rabu malam hingga Kamis (9/2) pagi. Hujan memicu terjadinya banjir bandang dan longsor di sejumlah tempat.
Banjir bandang menggenangi wilayah Distrik Abepura, Kota Jayapura, terutama Kotaraja dan sekitarnya, Pasar Youtefa dan sekitarnya. Bahkan, di Pasar Youtefa, genangan air setinggi pinggang orang dewasa, mengakibatkan barang dagangan terendam.
Genangan memang tidak berlangsung lama. Air terus mengalir ke Teluk Youtefa. Hanya saja banjir yang membawa material dari wilayah pegunungan mengakibatkan tumpukan sampah berserakan baik di halaman terbuka maupun di dalam rumah warga.
Banjir yang membawa material juga merendam sejumlah ruas jalan utama dalam kota. Akibat ini kemacetan lalulintas dari Kota Jayapura hingga Waena mencapai belasan kilometer.
Sementara di Kabupaten Jayapura, talut sungai Kali Belo, di Kota Sentani, longsor. Satu rumah nyaris terbawah longsor. "Talut ini baru selesai dibangun pada Desember 2011, namun sudah longsor. Bahkan nyaris memakan korban lagi," kata Anang, seorang warga Sentani yang ditemui di lokasi longsor
Dia menjelaskan sebenarnya rumah tersebut jauh dari pinggir kali. Namun, tiang jembatan dibronjong mengakibatkan air berputar dan mengeruk pinggir rumah warga. Menurut warga, struktur talut jembatan yang baru saja dibangun itu, tidak kuat, sehingga pada saat air sungai meluap, bisa jebol.
Warga Sentani yang bermukim di dekat kali, memilih tidur selama hujan deras pada Rabu malam hingga Kamis pagi. "Tidak tidur, takut longsor yang terjadi pada tahun 2006 terulang kembali, mengakibatkan aktifitas Kota Sentani lumpuh total," ujarnya.
Selain longsor, banjir juga terjadi di Kabupaten Jayapura. Banjir menghanyutkan empat ekor babi peliharaan. Banjir bercampur sampah juga merendam asrama Batalyon 751/Bendiri Sendiri. Hingga berita ini disiarkan, cuaca di Kota dan Kabupaten Jayapura mendung dan berawan.(Ant/BEY)