Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan-perusahaan dari Amerika Serikat berminat mengembangkan tiga sektor industri di Indonesia. "Saat ini Amerika berminat untuk mengembangkan industri IT, pengembangan infrastruktur, dan pengembangan di bidang energi khususnya energi terbarukan di Indonesia," kata Direktur Jenderal Kerja sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahjana di Jakarta, Kamis (9/2).
Agus mengatakan keinginan pengusaha AS diutarakan pada pertemuan antara Kementerian Perindustrian dengan delegasi Amerika yang diwakili beberapa perusahaan besar seperti Freeport dan Caterpillar. Pertemuan dihadiri oleh kurang lebih 35 perusahaan dari Amerika Serikat di bawah delegasi dari US-ASEAN Business Council, yang dipimpin oleh Alexander Feldman.
"Saya juga telah berbicara dengan perwakilan dari Caterpillar untuk memperdalam industri komponen-komponen alat berat, namun mereka berpendapat bahwa industri pengecoran besi di Indonesia masih belum siap," katanya.
Meski demikian, Kementerian Perindustrian juga memberikan pandangan kepada mereka untuk mengembangkan bersama terkait dengan industri pengecoran besi karena kebutuhan alat-alat berat khususnya di Indonesia dari hari ke hari semakin meningkat.
AS juga berencana meluncurkan program Agribusiness Market and Support Activity (AMARTA II) pada awal Maret 2012 senilai 15 juta dolar AS untuk mendukung ketahanan pangan dan agribisnis di Indonesia.
Indonesia semakin membuka peluang untuk menarik investasi besar setelah beberapa waktu lalu lembaga pemeringkat Moody's Investor Service menaikkan peringkat utang Indonesia dari Baa3 menjadi Ba1. Indonesia masuk pada level layak investasi dengan outlook stabil.
Pada akhir 2011, lembaga pemeringkat Fitch juga telah menaikkan peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB-. Mereka memasukkan Indonesia dalam kelompok negara tujuan investasi yang sehat.(Ant/BEY)