SALAH satu topik menarik di lingkungan pecinta sepeda motor adalah kehadiran perdana VR6 Horex Roadster bertenaga 200 hp yang dahsyat bermesin V6 bersudut sempit. Horex adalah merek sepeda motor lawas Jerman yang kini kembali bangkit.
Horex VR6 Roadster hanya akan dibuat berdasarkan pesanan dengan mesin yang dibuat oleh Weber di Markdorf serta pembangunannya sendiri di lakukan dalam empat tahap di Augsburg. Masing-masing workstation dilengkapi sebuah PC.
Alhasil, pembuatan setiap mesin dapat didokumentasikan secara lengkap. Mulai dari merangkai mekanis, hingga membangun sepeda motor lengkap, dari awal hingga ke tahap akhir. Bahkan pengujian lewat alat pembaca performa, dynamometer test pun didokumentasikan.
Pabrik Horex hanya akan membuat sepeda motor berdasarkan daftar pesanan yang ada, maka setiap sepeda motor yang dibuat akan mengikuti spesifikasi yang diinginkan oleh pemiliknya.
Untuk awalnya, produksi dalam jumlah kecil diperkirakan baru dimulai dalam beberapa minggu ke depan dengan banderol harga mulai 20 ribu Euro (sekitar Rp237 jutaan) kemudian beranjak ke tingkat kustomisasi yang dibutuhkan.
Untuk tahap awal, Anda harus ke Jerman, Austria atau Swiss untuk bisa mendapatkan Horex VR6 Roadster. Namun pada tahun depan direncanakan perluasan jaringan ke Prancis, Benelux (Belgia, Belanda, Luxembourg) dan Italia.
Sejarah Horex:
Awalnya Horex adalah produsen sepeda motor di Bath Homburg, Hessen, Jerman. Didirikan oleh Fritz Kleemann pada tahun 1923 sebagai anak perusahaan yang memproduksi barang pecah belah Rex (REX Konservenglasgesellschaft bath Homburg). Mereknya sendiri merupakan penggabungan dari Homburg dan Rex.
Horex membuat sepeda motor dengan mesin-mesin Columbus 4-tak dari Oberursel (Taunus) yang kemudian mereka melakukan merger pada 1925. Horex mengembangkan rangkaian model dengan mesin Columbus satu silinder mulai 250cc hingga 600cc.
Horex saat itu sudah menggunakan light alloy untuk material pembuatan silindernya dan memiliki performa terbaik sehingga diandalkan di arena kompetisi.
Tahun 1933 mulai memproduksi mesin 2 silinder kembar paralel. Model S6 berkapasitas 600cc, dan S8 berkapasitas 800cc keduanya menggunakan rantai untuk menggerakkan poros bubungan di bagian atas kepala silindernya/OHC (Over Head Camshaft).
Pecahnya Perang Dunia II membuat pabrik ini menghentikan produksinya. Baru pada 1948 mereka kembali melanjutkan dengan memproduksi sepeda motor berkapasitas 350cc silinder tunggal yang diberi nama SB 35 Regina yang sangat sukses di pasaran. Hingga tahun 1953 sebanyak 18.600 unit Regina habis terjual. Tahun 1955 pihak perusahaan mengganti Regina menjadi Resident
Sementara 'si cantik' Regina tengah sukses meraih keuntungan, tahun 1951 Horex mulai memproduksi sepeda motor bermesin paralel kembar 500cc OHC bertenaga 30 bhp yang diberi nama Imperator. Tiga tahun kemudian Horex mengeluarkan juga model 400cc 26 bhp untuk melengkapi jajaran Imperator yang ada.
Tahun 1960 Daimler-Benz mengambil alih perusahaan ini dan nama Horex pun terkubur dalam catatan sejarah ketika manajemen baru perusahaan ini mengambil keputusan untuk menghentikan pembuatan sepeda motor.(MI/DNI)