Metrotvnews.com, Sukabumi: Serikat Buruh Migran Indonesia cabang Sukabumi mencatat, sampai saat ini sebanyak 96 mantan tenaga kerja Indonesia kondisinya depresi. Sebagian lagi harus dipasung karena trauma akibat penyiksaan di negara tempat bekerjanya.
"Hingga akhir Januari ini kami mencatat ada 96 TKI asal Sukabumi dalam kondisi depresi karena trauma kekerasan yang diterimanya saat bekerja di luar negeri," kata Ketua SBMI Cabang Sukabumi, Jejen Nurjanah, kepada wartawan, Selasa (14/2).
Menurut Jejen, laporan terakhir menjelaskan sebagian TKI harus dipasung oleh keluarga karena sering mengamuk. Rata-rata mereka yang depresi mendapatkan tindakan kekerasan seperti penyiksaan dan pemerkosaan.
Mereka tersebar di kantong-kantong TKI, seperti di Kecamatan Sukaraja, Pajampangan, Cireunghas, Gegerbitung dan lain-lain. "Sebanyak 70 persen dari mereka itu mantan TKI yang bekerja di Timur Tengah," tambahnya.
Kemiskinan membuat keluarga tidak bisa memberikan pengobatan maksimal kepada para mantan TKI yang depresi itu. Menurut Jejen, hampir setiap bulan ada TKI yang pulang dalam kondisi depresi.
"Sulit melacak keberadaan para TKI seperti ini, karena perusahaan yang memberangkatkan mereka selalu menutup-nutupi kondisinya, bahkan pihak keluarga pun tidak mengetahuinya. Data yang masuk ke kami merupakan laporan dari warga dan keluarganya," kata Jejen. (Ant/DOR)
Selasa, 21-Februari-2012
kasian masa indonesia negara kaya alam malah kalah sama
Selasa, 14-Februari-2012
Adakah peran pemerintah melihat kondisi rakyatnya. Siapakah yg lebih di untungkan dgn bnyknya TKI ke timur tengah. PJTKI buka matamu