Metrotvnews.com, Singapura: Maskapai penerbangan Lion Air memastikan pemesanan 230 pesawat produksi Boeing Amerika Serikat senilai 22,4 miliar dolar AS. Kepastian itu ditandai tanda tangan komitmen pembelian antara Presiden Direktur Lion Rusdi Kirana dengan Wakil Presiden Penjualan Asia Pasifik dan India Boeing Company Dinesh Keskar di Singapura, Selasa (14/2).
Pesawat itu terdiri 201 B 737 MAX dan 29 B 737-900ER. Bahkan, ada opsi tambahan pembelian pesawat 150 buah. Ditambah pembelian sebelumnya, total Lion membeli 408 pesawat. Kepastian pemesanan diawali nota kesepahaman dengan Boeing, November tahun lalu di Bali yang disaksikan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.
Rusdi yang juga pendiri Lion menjelaskan, pendanaan pengadaan pesawat didukung oleh sejumlah bank internasional, seperti Bank Exim AS dan sejumlah bank swasta lainnya di Eropa. "Enam puluh persen Bank Exim, sisanya bank swasta lainnya di Eropa," katanya.
Menurut Rusdi, seluruh pesawat baru itu akan difokuskan untuk domestik dan sejumlah rute baru di regional. "Total 408 pesawat untuk pasar domestik dan regional, ketika liberalisasi ASEAN dibuka 2015 tak akan cukup," katanya.
Karena itu, pihaknya menyiapkan sejumlah rencana strategis dalam beberapa tahun ke depan, seperti pembukaan sejumlah daerah sebagai pengumpul (hub). "Kita akan buka Batam sebagai hub akhir tahun ini dan tahun depan, kemudian 2013 Manado untuk Asia Pasifik," katanya. Lion sudah memiliki hub Jakarta, Bali dan Makassar.
Lion telah melayani hampir seluruh kota besar di Indonesia dan sejumlah rute regional dengan tenaga pilot 600-700, 20 persen di antaranya adalah pilot asing.
Wakil Presiden Penjualan Asia Pasifik dan India, Boeing Company, Dinesh Keskar, mengatakan, secara fisik pesawat B737-MAX tidak berbeda dengan B737-900ER. "Yang berbeda hanya mesinnya yang lebih efisien dan hemat bahan bakar 10-12 persen dibanding B737-900ER," kata Keskar. (Ant/DOR)
Rabu, 15-Februari-2012
"Beli" juga pilot2 baru yg bebas narkoba, itu jauh lebih penting daripada pesawat2 baru......