Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Boediono menginginkan kejayaan tinju amatir Indonesia dikembalikan, setelah selama 10 tahun hampir tidak ada prestasi menggembirakan di kancah internasional seperti Olimpiade.
"Pemerintah berharap kita memiliki program untuk bisa mengembalikan kejayaan prestasi tinju seperti di era 70-an, 80-an dan 90-an," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Reza Ali kepada pers di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu.
Hal tersebut disampaikan usai dirinya bersama sejumlah pengurus baru PB Pertina periode 2012-2016 bertemu dengan Wakil Presiden Boediono. Dikatakan, prestasi tinju amatir Indonesia dalam 10 tahun terakhir memang kurang menggembirakan dan tidak bisa berbicara di pentas Asia, bahkan untuk tingkat Olimpiade tidak lolos seleksi.
Salah satu agenda yang akan dipersiapkan untuk menciptakan petinju amatir adalah menyelenggarakan Turnamen Piala Bergilir Wakil Presiden (Wapres) pada 24-29 Maret 2012 di Cibubur. Reza mengatakan, tujuan diadakan turnamen yang baru dilakukan tahun ini adalah sebagai ajang seleksi bagi atlet tinju amatir Indonesia menuju prestasi internasional, khususnya bisa bertarung dalam Olimpade Rio de Janeiro 2016.
"Sesungguhnya untuk bisa membangun prestasi tinju bisa bertarung di kancah internasional butuh 1-12 tahun, tapi Wapres minta bisa mewujudkan pada empat tahun ke depan," paparnya.
Untuk itu, katanya, Pertina harus bekerja keras dan minta dukungan semua pihak seperti pemerintah dan masyarakat untuk melihat bahwa tinju bukan hanya menciptakan prestasi tapi juga manfaat lain, seperti menanggulangi kenakalan remaja dan perkelahian massal. Dia mengakui, idealnya seorang petinju yang ingin bertarung di kancah internasional, seperti Olimpiade minimal harus bertanding 200 kali.
"Sementara seorang petinju di Indonesia untuk bertarung di tingkat SEA Games telah bertarung 20-30 kali," ucapnya.
Ketua Harian PB Pertina Michael Watimena mengatakan turnamen Wapres rencananya akan diikuti 13-150 petinju yang ada di seluruh daerah Indonesia. Dia menegaskan Wapres Cup dengan Presiden Cup adalah dua turnamen yang berbeda. Wapres Cup adalah bertujuan mencari dan membina petinju nasional, sedangkan Presiden Cup berskala internasional yang diikuti oleh petinju mancanegara.
"Jadi dua turnamen itu jangan disalahartikan, sehingga ada dua matahari. Dua turnamen itu adalah hal yang berbeda," ujarnya.(Ant/BEY)