Perguruan Tinggi di India Potensial untuk Mahasiswa Indonesia

Sosbud | Kamis, 16 Februari 2012 06:20 WIB

Metrotvnews.com, New Delhi: Duta Besar Indonesia untuk India Andi M Ghalib mengatakan sudah saatnya perguruan tinggi di India menjadi tujuan bagi mahasiswa Indonesia dalam melanjutkan pendidikan mengingat mutunya termasuk terbaik di dunia dan biaya relatif murah.

"Biaya pendidikan di India kira-kira hanya seperlima dari negara Eropa dan Amerika Serikat," katanya saat menerima wartawan Indonesia di New Delhi, Rabu (15/2).

Keunggulan pendidikan di India, menurut Andi Ghalib, sudah terbukti dengan banyaknya para sarjana India menempati posisi penting di perusahaan-perusahaan kelas dunia. Sumber daya manusia (SDM) asal India terkenal berdaya saing tinggi dan tangguh.

Dubes mengatakan bahwa perkembangan pendidikan di India terutama untuk bidang sains maju pesat. Setiap tahunnya mereka bisa mencetak satu juta insinyur baru.

Sistem pendidikan di India juga mendorong minat mahasiswanya untuk rajin melakukan riset dan menulis. "Rata-rata dalam setahun mereka bisa menerbitkan 75-80 ribu jurnal ilmiah," katanya.

Produktivitas tersebut berbanding terbalik dengan kebutuhan biaya pendidikan maupun biaya hidup di kota-kota besar India yang relatif masih terjangkau bagi kebanyakan warga Indonesia.

Dari hasil survei di kalangan mahasiswa di sini mereka umumnya mengaku hanya menghabiskan uang saku USD100 atau sekitar Rp900 ribu sampai Rp1 juta per bulan. "Bandingkan dengan mereka yang sekolah di negara maju. Mungkin USD500 hanya cukup untuk satu minggu," kata Andi Ghalib.

Menurut Atase Pendidikan KBRI New Delhi Dr Son Kuswadi, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di India masih sangat kecil yakni sekitar seratusan orang. Kondisi tersebut tidak terlepas dari persepsi sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih menilai bahwa India merupakan negara miskin dan tertinggal.

"India itu ibarat mutiara masih tertutup lumpur sehingga banyak orang Indonesia salah paham menilai tentang India," katanya.  Padahal dalam beberapa tahun terakhir ini, pertumbuhan ekonomi India tercatat tertinggi di dunia.

Untuk mengurangi kesenjangan persepsi tersebut, pihak KBRI New Delhi akan berupaya aktif merekatkan kerja sama antara perguruan tinggi kedua negara. Misalnya baru-baru ini pihak Research Organisation India (ISRO) bersedia meluncurkan satelit nano INSPIRE-INUSAT milik Indonesia.

ISRO pada dasarnya menyanggupi permintaan tersebut dengan biaya serendah mungkin karena digunakan untuk keperluan pendidikan. ISRO diharapkan juga bisa bekerja sama dengan kampus-kampus Indonesia.

Son Kuswadi juga mengatakan bahwa pada September tahun ini di Jakarta akan diadakan pameran tentang pendidikan di India. (Ant/Wrt3)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
I Gusti Ketut Satria Bunaga,
Sabtu, 18-Februari-2012

Saya tertarik dgn hal ini.
Untuk mencari info lebihnya, dimana?
Trima kasih. .