Pakar: Aplikasi Komputer Forensik Semakin Dibutuhkan

Techno = | Minggu, 19 Februari 2012 18:40 WIB

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Aplikasi komputer forensik semakin dibutuhkan seiring dengan banyaknya kejahatan yang terkait dengan teknologi informasi. Hal ini disampaikan pakar teknik informatika dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Hamid.

"Kejahatan yang terkait dengan teknologi informasi atau 'cybercrime' itu di antaranya berbagai kasus penipuan melalui 'facebook', 'short message service' (SMS), dan pengambilalihan 'account'," katanya di Yogyakarta, Minggu (19/2).

Oleh karena itu, menurut dia, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) memberikan wawasan pada mahasiswa mengenai komputer forensik yang di dalamnya mempelajari digital forensic. FTI UII tercatat sebagai pelopor kedua nasional yang menyelenggarakan bidang tersebut.

"Program Studi Teknik Informatika FTI UII telah mengembangkan bidang ilmu digital forensik sejak dua tahun lalu. Hal itu ditandai dengan adanya bidang minat bakat jaringan dan keamanan komputer yang di dalamnya terdapat mata kuliah komputer forensik," katanya.

Dalam perkembangan terakhir, kata dia, FTI UII telah memiliki pusat pelatihan bertaraf internasional khusus untuk melakukan praktik bidang komputer forensik. Bahkan, Program Studi Teknik Informatika FTI UII telah melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga aparatur negara untuk mengimplementasikan bidang tersebut.

"Kesempatan memperdalam bidang digital forensik tidak disia-siakan mahasiswa FTI UII. Banyak mahasiswa yang telah melakukan kerja praktik di Polda DIY maupun Jakarta," kata Hamid.

Ketua Program Studi Teknik Informatika FTI UII Yudi Prayudi mengatakan, komputer forensik merupakan proses penggunaan pengetahuan ilmiah dalam mengumpulkan, menganalisis, dan mempresentasikan barang bukti di pengadilan.

"Komputer forensik bekerja mirip proses pengungkapan kasus kejahatan oleh Polri. Namun, komputer forensik bekerja pada proses dan kejadian dunia maya. Bukti digital merupakan salah satu perangkat vital untuk mengungkap tindak pidana 'cybercrime'," katanya.

Ke depan, menurut dia, investigator komputer forensik merupakan profesi baru yang sangat dibutuhkan untuk mendukung penanganan "cybercrime".

Ia mengatakan, untuk memenuhi ketersediaan tenaga ahli bidang komputer forensik, Program Studi Teknik Informatika FTI UII akan membuka kerja sama dengan beberapa institusi di bidang sertifikasi komputer forensik.

"Dengan demikian, para lulusan Program Studi Teknik Informatika FTI UII selain mendapatkan ijazah juga dibekali sertifikasi keahlian khususnya bidang komputer forensik," kata Yudi.(Ant/DNI)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan: