Mubarak Jalani Persidangan Hari Terakhir

Internasional | Rabu, 22 Februari 2012 10:27 WIB

Metrotvnews.com, Kairo: Mubarak dituduh korupsi dan memerintahkan pembunuhan terhadap para pendemo saat aksi penggulingan dirinya Februari silam setelah tiga dekade berkuasa.

Jaksa mendakwa Mubarak dengan hukuman mati, yang saat persidangan terus membantah tuduhan terhadap dirinya. Hakim dijadwalkan akan membacakan vonisnya setelah persidangan berakhir.

Dua anaknya, Alaa dan Gamal, mantan Menteri Dalam Negeri Habib al-Adly dan enam pejabat polisi senior lainnya juga turut disidang. Anak lelaki Mubarak juga menghadapi dakwaan korupsi yang terpisah.

Dalam pernyataan penutup sidang kemarin, Kepala Jaksa Mustafa Suleiman mengatakan, sidang ini ''bukan sebuah kasus pembunuhan satu atau 10 atau 20 warga sipil, tetapi sebuah kasus bangsa secara keseluruhan.''

Dia mengatakan, Mubarak pasti telah memerintahkan polisi untuk menembaki para pendemo yang menyebabkan 800 orang tewas.

Jaksa mengatakan telah menerima kesaksian dari 2.000 saksi mata, termasuk petugas polisi yang mendapat perintah dari atasan untuk mempersenjatai polisi dengan senapan otomatis untuk dipakai melawan para pendemo.

Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo melaporkan bahwa meski semua pengamat mengatakan persidangan berjalan cukup adil, tetapi jaksa berpendapat mereka ditolak untuk mendapatkan akses ke

beberapa bukti yang paling penting.

Pengadilan tidak mendengar catatan panggilan telepon dari Kementerian Dalam Negeri dalam beberapa jam ketika banyak pendemo terbunuh. Jaksa mengatakan banyak saksi penting yang tidak dihadirkan. Sementara saksi lainnya hanya bersaksi secara rahasia.

Pengacara Mubarak, Farid al-Deeb mengatakan militer Mesir yang bertanggung jawab atas keamanan ketika pendemo terbunuh. Dia mengatakan, Mubarak melakukan jam malam pada 28 Januari dan telah memberikan tanggung jawan kepada kepala militer.

Mubarak sendiri tampil di pengadilan dengan posisi terbaring. Pengacara beralasan pria berusia 83 tahun tersebut berisiko terkena stroke jika didudukkan. (BBC/DOR)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
yas,
Rabu, 22-Februari-2012

mobarak skarg sdh menyerah yg baek sama yg buruk hrus d pertimbangkan yg namanya manusia tdk mungkin mulus suci pasti py ksalahan