BIASANYA kemandulan dianggap sebagai tanggung jawab wanita. Padahal, pria pun bertanggungjawab pada ketidaksuburan regenerasi. Ada yang setuju, ada pula tidak. Bagaimana dengan Anda?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 25 persen pasangan suami istri tak berhasil memiliki keturunan dalam kurun waktu setahun setelah menikah. Pendataan itu didapat pada 2010. Sebanyak 15 persen di antaranya mencari pengobatan. Sedangkan sisanya bertahan tanpa memiliki keturunan.
Penelitian menunjukkan 40 persen wanita penyebab kemandulan atau infertilitas. Namun pria pun bertanggungjawab sebanyak 40 persen. Sedangkan 20 persen lain merupakan penyebab dari keduanya.
Kemandulan pria diakibatkan kelainan spermatozoa, baik dalam jumlah, gerakan, maupun bentuknya. Ada pula pria yang tak memiliki spermatozoa. Kondisi itu dinamakan azoospermia.
Pakar urology Nur Rasyid mengatakan kemandulan pria disebabkan berbagai hal. Beberapa di antaranya berendam di air panas dan memangku laptop saat bekerja. Kegiatan itu dapat meningkatkan suhu testis.
Pembentukan spermatozoa di testis terjadi pada suhu dua hingga empat derajat celcius yang lebih rendah dari suhu tubuh. Dengan kata lain, kenaikan suhu testis dapat mengganggu pembentukan spermatozoa.(Wtr4)