Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin memastikan, kerusuhan di Penjara Kerobokan Bali, dipicu kebijakan Kepala Kesatuan Pengaman LP. Kebijakan itu dinilai diskriminasi.
Menurut Amir, banyak pihak tak puas dengan kebijakan Kepala Lapas. Itu mendorong protes yang kemudian berujung perusakan.
"Sekarang Dirjen dan Irjen sedang di sana untuk mengevaluasi petugas LP Kerobokan," kata Amir, Rabu (22/2).
Kerusuhan di LP Kerobokan pecah, Selasa (21/2) tengah malam. Sejumlah napi menjebol pintu depan LP, membakar ruang registrasi, dan ruang Kepala LP.
Kerusuhan berawal dari pertikaian antarnapi pada Ahad (19/2). Salah seorang napi ditusuk. Pihak korban yang ditusuk mencari bukti mengenai hal itu. Namun petugas jaga saat kejadian berlangsung, mengaku tidak mengetahuinya.(Rafki Hidayat/ICH)