Eros Djarot Pastikan Akan Bentuk Partai Baru

Polhukam | Rabu, 22 Februari 2012 21:10 WIB

Metrotvnews.com, Palembang: Ketua Umum Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK) Indonesia Eros Djarot memastikan akan membentuk partai baru bersama partai-partai kecil lainnya.

"Saat ini sedang dalam konsolidasi bersama Partai Demokrasi Pembaharuan, Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Pelopor, dan Partai Nasional Indonesia (PNI)," kata dia, usai dialog kebangsaan yang diadakan PNBK Indonesia, di Hotel Sanjaya, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (22/2).

Menurut Eros, penggabungan partai-partai ini untuk menyatukan kekuatan partai yang memiliki ideologi yang sama. Dia menginginkan, agar pada verifikasi partai peserta pemilu nanti dapat memenuhi syarat untuk menjadi peserta pemilu, mengingat sudah sebaiknya partai ikut dalam pemilu.

Eros menyatakan bahwa sudah ada nama yang disiapkan untuk partai baru tersebut nantinya. "Insya Allah namanya nanti Partai Gerakan Kebangsaan," kata dia.

Pada dialog tersebut, Eros banyak menyoroti kondisi kebangsaan saat ini yang dinilainya sedang dilanda krisis. Krisis tersebut, yaitu krisis ideologi, intelektual, dan kenegarawanan, serta kepemimpinan.

Eros menilai saat ini pejabat politik lebih mementingkan partai dan golongannya dibandingkan bangsa sendiri. Padahal, menurut dia, keberadaan partai politik bukan bertujuan pada hal tersebut, tetapi harus dijadikan sebagai alat perjuangan untuk menyuarakan penindasan yang dilakukan pihak asing.(Ant/BEY)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
HERMANTO,
Rabu, 22-Februari-2012

Klu aku sngat mendukung soal nya jman skarang tu. Sudah terbalik..? Contoh nya wktu pemilu kmarin janji nya byk sekali. Eh eh klu udh jdi tidak satu pun yg di tepati. Ya kmi sangat mendukung partai yg bpak bentuk muda2han partai bpak jaya.
 
budo,
Rabu, 22-Februari-2012

banyak partai bikin bingung.dan banysk berlomba 2 hanya jsbatan aja yg di cari.bukan patriot bangsa sejati.belum jd bila.gnya muluk muluk.bila udah jd.hanya diam .