Metrotvnews.com, Lebak: Pabrik bioetanol di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mulai berproduksi. Pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak.
"Kita yakin produksi bioetanol yang menggunakan bahan baku singkong atau ubi kayu dapat mengantisipasi pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional," kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta saat menyerahkan pabrik bioetanol itu kepada Pemerintah Kabupaten Lebak di Rangkasbitung, Rabu (22/2).
Ia mengatakan sejak 2008 Kementerian Riset dan Teknologi membangun pabrik Bioetanol di atas satu hektare di Desa Muncang Kopo, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Pabrik bioetanol tersebut dengan kapasitas 1.000 liter per hari.
Pendirian pabrik bioetanol di Kabupaten Lebak karena bahan baku singkong melimpah juga bisa meningkatkan kesejahteraan bagi petani setempat.
Produksi bioetanol sebagai bahan bakar nabati yang ramah lingkungan, merupakan sumber energi yang menjadi alternatif pengganti BBM. Apalagi, produksi BBM dalam negeri terus menurun dan dipastikan 10 tahun yang akan datang habis.
Karena itu, pemerintah harus mencari pengganti BBM lainnya, seperti bioetanol dari singkong itu. "Kami berharap ke depan produksi bioetanol di Lebak bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor," kata Menristek.
Menurut dia, produksi bioetanol tersebut relatif ekonomis juga penggunaan teknologi sederhana dan mudah dikembangkan (inovasi). Selain itu juga tidak membutuhkan alat pendukung seperti tabung gas elpiji dan proses pengapian sangat aman.
"Saya yakin produksi bioetanol Lebak sangat berkualitas dan bisa memasok BBM kebutuhan dalam negeri," katanya.
Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya mengaku penyerahan pabrik bioetanol ke Pemerintah Kabupaten Lebak dari Menristek itu diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi petani singkong. Sebagian besar petani di Kecamatan Cikulur mengembangkan tanaman singkong untuk memenuhi kebutuhan pabrik bioetanol.
"Produksi bioetanol itu akan dijual ke Pertamina dan setiap hari membutuhkan singkong 3.000 kilogram per hari," katanya.(Ant/BEY)
Jumat, 24-Februari-2012
Tak lama lagi mungkin sudah tutup (seperti pabrik biosolar di Riau) karena harga jual kalah bersaing dengan bahan bakar fosil dan bahan bakar alternatif lainnya (misalnya biogas, briket limbah padat, listrik tenaga magnet, dll).
Kamis, 23-Februari-2012
Bravo Menristek yg sdh membangun pabrik Bioetanol dio Lebak Banten. Suatiu langkah yg sangat terpuji dan srategis utk menyiasati kelangkaan bbm masa yang akan datang. Alangkah baiknya jioka Pabrik Bioetanol percontohan tsb dibangun disetiap Propionsi di seluruh iondonesia, bahkan kalau mungkin dibangun diseruluh Kabupaten Kota diseluruh iondoonesia sehingga setiap Kab Kota bisa mandiri Bahan Bakar Bioetanol. Namun perlu diperhatiakan pengamanan produknya karena bisa disalah gunakan sebagai minuman keras karena mengandung Alkohpl. Bioetanol juga bisa dibuat dari bahan Kelapa Sawit, Jagung, Sagu dll