Pos Polisi di Jayapura Diserang Warga

Nasional | Kamis, 23 Februari 2012 17:47 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Pos polisi Sinar Wamena, Jayapura, Papua, Rabu (22/2) kemarin, diserang ratusan warga Suku Nduga. Warga menuding polisi menyembunyikan seorang pelaku pemukulan dan pemalakan terhadap rekan mereka.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Usman Saud Nasution menjelaskan, kejadian bermula saat seorang tukang ojek dari suku Nduga dipalak dan dipukul oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Warga suku tersebut tak terima dan beramai-ramai mencari pelaku.

"Beredar isu di kalangan masyarakat bahwa yang memalak sudah diamankan di pos polisi tadi, sehingga 200 warga datang ke pos polisi cari pelaku tadi," kata Saud di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/2).

Polisi memberi pengertian bahwa mereka belum menangkap pelaku. Namun, penjelasan polisi malah membuat warga emosi. Mereka menuding polisi melindungi pelaku. Bahkan, warga curiga pelakunya merupakan polisi juga.

"Massa tidak bisa menerima, bahkan mengatakan jangan-jangan polisi yang sembunyikan atau yang berbuat. Mereka teriak serang polisi. Akhirnya mereka menyerang petugas yang ada di pos pol," terang Saud.

Petugas pos pol meminta bantuan Kepolisian Resor setempat karena kekuatan tak seimbang. Bantuan datang sekitar 15.45 WIT. Namun emosi massa tetap tak bisa dikendalikan. Sekitar pukul 16.00 WIT, Bupati Jhon Wempy Wetipo beserta istri Yakoba Lokbere mendatangi lokasi tersebut.

Tak lama, lanjut Saud, muncul juga Wakil Bupati Jhon Richard Banua beserta tiga ajudannya membantu menangani massa. Tapi yang terjadi justru massa menyerang mereka. Wakil Bupati dipanah di bagian paha, sementara seorang ajudannya tewas kena tusuk.

Saud mengatakan, ajudan yang tewas adalah Serma Bambang Satrio, anggota intel Korem. Ia terkena tusukan di dagu, pinggang kanan, pergelangan tangan kanan, dan betis kanan. Kemudian pengawalnya Sertu Yoga mengalami luka memar, dan serda Andik luka memar di kepala.

Sementara anggota kepolisian yang terluka, yakni Bripka Mahfud Amri luka memar, Brigadir Sunarto luka memar, Briptu Yanto Omopa luka memar karena lemparan batu, Samhilapo kepala distrik Paleboga mengalami luka memar di kaki kiri, Arum Lokbere luka di perut kanan.

"Sekitar pukul 17.00 WIT diutus Ibu Yakiba Lokbere. Ibu Bupati ini kebetulan putri dari suku Nduga. Setelah diutus kemudian bisa meredam emosi massa. Memberi penjelasan masyarakat Nduga pelakunya masih dalam pencarian sehingga tidak memiliki penafsiran," kata Saud.(IKA)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
wenny,
Kamis, 23-Februari-2012

Judulnya ga tepat, harusnya pos polisi di wamena papua diserang warga..
 
rakay,
Kamis, 23-Februari-2012

Mana komnas HAM?? Apa pndapatmu skrg..
Apa prlu kena parang kepalamu br tau arti HAM..!?