Marak Penipuan Berkedok Keraton Kasunanan Surakarta

Polhukam | Sabtu, 25 Februari 2012 04:15 WIB

Metrotvnews.com, Solo: Aksi penipuan mengatasnamakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat marak terjadi. Dalam rentang waktu akhir 2011 hingga awal 2012, tercatat sedikitnya lima pelaku penipuan yang kedapatan mencatut nama lembaga adat itu.

Fakta mengagetkan itu diungkapkan Ketua Lembaga Hukum Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran (KP) Edy Wirabhumi, saat ditemui di kantor Sasana Wilapa, Jumat (24/2) kemarin.

"Identitas mereka sudah diketahui, korbannya juga sudah kami temukan dan bersedia bersaksi. Dalam waktu dekat akan segera kami ambil tindakan secara hukum," tegas menantu Pakoe Boewono XII itu.

Dari penelusuran, diketahui modus penipuan yang digunakan beragam. Mulai dari menawarkan gelar dan pangkat dengan imbalan sejumlah uang, menawarkan bantuan modal melalui Yayasan Kesejahteraan Keraton Surakarta dengan syarat menyetor sejumlah uang pelicin, hingga mengajukan proposal penawaran proyek renovasi keraton senilai Rp300 miliar.

Korban dari kawanan ini beragam, termasuk kalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sampai saat ini sudah ada 10 BUMN yang tertipu dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Modus si pelaku datang dan mengajukan proposal penawaran renovasi keraton kepada BUMN. Mereka dijanjikan akan mendapatkan proyek tersebut jika menyetor sejumlah uang. Untuk meyakinkan korbannya, menurut Edy, pelaku tidak segan-segan menggunakan gelar Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhuhan (ISKS) yang hanya digunakan raja Keraton Surakarta. "Korban yang terakhir kalau tidak salah dimintai Rp750 juta," jelas Edy.

Saat ini, menurut Edy, pihaknya sedang menyusun berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk proses pelaporan ke kepolisian. Mengingat lokasi terjadinya penipuan itu lintas provinsi, kemungkinan besar pihak Keraton Surakarta akan melaporkannya langsung ke Bareskrim Mabes Polri. (MI/RIZ)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
Jayanti,
Sabtu, 25-Februari-2012

Boleh kita minta cp fihat keraton solo nya? Krn saya pun ditawarkan pekerjaan rehab nilai 300M dgn dimintai uang 3,5 M, mrk mengatas namakn GPHK adhi...dan yg meminta uang tsb mengaputi purnawirawan TNI berpangkt Pati mantan KSAU