Dua Jenderal Pernah Terseret Kasus Gayus Dapat Promosi

Polhukam | Sabtu, 25 Februari 2012 10:42 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Timur Pradopo melakukan mutasi di jajaran perwira menengah (pamen) dan perwira tinggi (pati) Polri. Tak kurang dari 100 pamen dan 28 pati masuk dalam gerbong mutasi berdasarkan telegram rahasia bernomor ST/379/II/2012 tertanggal 23 Februari 2012.

Dari 28 pati, terdapat di antaranya Brigjen Pol Edmon Ilyas, Brigjen Pol Raja Erizman, dan Irjen Pol Budi Gunawan, yang mendapat kenaikan jabatan. Tiga nama itu sempat ramai diberitakan di berbagai media karena terseret dalam kasus besar.

Edmon dan Raja diduga terlibat kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Gayus mengaku pernah memberi uang kepada dua jenderal tersebut. Keduanya lantas diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri, dan dimutasi ke jabatan nonjob.

Sementara Budi Gunawan disebut-sebut sebagai salah satu jenderal yang memiliki rekening gendut. Namun, Budi maupun pihak Mabes Polri telah membantah hal tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan, mutasi dan promosi telah melalui analisa kebijakan yang menyangkut institusi Polri. Hal itu bagian dari dinamikan organisasi dan sewajarnya berjalan.

"Penempatan yang bersangkutan di sana berdasarkan penilaian yang matang. Artinya itulah yang terbaik saat ini yang diberikan kedua perwira tadi," kata Boy, Jumat (24/2) kemarin.

Edmon mendapat jabatan baru sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Sosial Ekonomi dari jabatan sebelumnya Staf Ahli Kapolri. Sedang Raja menjadi Analis Kebijakan Utama bidang Sosial Budaya dari sebelumnya Staf Ahli Kapolri. Kemudian Budi dari jabatan Kadiv Propam menjadi Kapolda Bali.

"Beliau (Edmon dan Raja) kan belum purnabakti. Jadi pemikiran beliau masih sangat dibutuhkan dalam rangka melakukan tugas-tugas analisis di internal Polri," lanjut Boy.(IKA)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
slejiu,
Senin, 27-Februari-2012

Negara salah urus, itulah gambaran indonesi saat ini, korupsi, Kulusi, Nepotisme, kita jangan mengharap keadilan itu akan datang, siapa yg berani jadi pahlawan akan sama nasip nya dgn Pak Susno.
 
Polii,
Minggu, 26-Februari-2012

Lagi2 Kapolri bikin kejutan. Kok bisa org bermasalah dipromosikan. Begitulah kalau kumis tebal.
 
brian,
Minggu, 26-Februari-2012

Kapolri dn jg presiden spt tdk brdaya mngelola kelembagaan, shingga mnempatkn anggotanya yg trindikasi cacat hukum mnikmati jbatan pnting (tentu sj dg fasilitas dn gaji yg lngkap). Sungguh tdk adil hdup d negri ini. Wahai pr pmimpin, kalian nanti d hri pmbalasan akn dimintai tnggungjwb atas kpmimpinan kalian...
 
begawan,
Minggu, 26-Februari-2012

Memang selalu aneh di Institusi kepolisian krn pengambilan kebijakan yg tdk cerdas. Kasihan KEPOLISIAN yg pamornya semakin merosot sejak dipimpin Timur Pradopo. Sejatinya rakyat rindu Polisi yg profesional, tdk mata duitan @ KAPOLRI yg CERDAS, berwibawa & TEGAS. Timur Pradopo harusnya malu bhw dia sangat tdk mampu memimpin POLRI. SBY hrsnya malu memilih Timur Pradopo @ menggantinya secepatnya.
 
faisal,
Minggu, 26-Februari-2012

polisi ialah penegak hukum yg seharusnya mengedepankan keadilan.