Kenaikan Harga BBM Bakal Koreksi Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi - | Sabtu, 25 Februari 2012 22:18 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubdisi diperkirakan akan mengoreksi pertumbuhan ekonomi.

"Kenaikan harga BBM akan berdampak menurunkan daya beli masyarakat akibat naiknya biaya produksi dan distribusi barang dan jasa," ujar pengamat perminyakan dari ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro ketika dihubungi di Jakarta, Sabtu (25/2).

Menurut Komaidi, BBM merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan produksi nasional. Karena itu, dalam perspektif ekonomi makro, kenaikan harga BBM memiliki dampak luas terhadap aktivitas ekonomi karena akan mendorong inflasi.

Inflasi yang tinggi, kata dia, akan berdampak pada menurunnya daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat, serta ekspektasi penghasilan konsumen, dan pertumbuhan uang untuk transaksi. "Hal ini jelas akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ReforMiner Institute telah melakukan kajian terkait besaran penghematan subsidi dan inflasi yang ditimbulkan dari masing-masing opsi kenaikan harga BBM bersubsidi.

Hasilnya, kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp500 per liter dapat meringankan beban anggaran negara sebesar Rp19 triliun dan konsekuensi inflasi 0,5%. Kenaikan harga sebesar Rp1.000 per liter, maka anggaran subsidi yang dapat dihemat mencapai Rp38,3 triliun dan inflasi 1,02%.

Sementara opsi terakhir, kenaikan Rp1.500 per liter, membuat negara dapat berhemat hingga Rp57 triliun dengan konsekuensi inflasi 1,5%.

Diantara tiga opsi kenaikan harga tersebut, pemerintah diusulkan untuk mengambil opsi kenaikan Rp1.000 per liter. Pertimbangannya, disamping angka penghematan subsidi yang diperoleh cukup signifikan, dampak inflasi yang muncul pun masih tergolong wajar.(MI/DNI)



cbn

Artikel Terkait
Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
aji p,
Selasa, 28-Februari-2012

klo bbm naik motr saya mu pake bahan bakar apa !!!!!!!!
 
djoko,
Senin, 27-Februari-2012

opsi naik lebih bijaksana dari pada pembatasan atau ada 2 harga untuk satu jenis barang, karena di negara ini banyak orang pinter yang akan memanfaatkan setiap kondisi, namun informasi adanya bbm yang lari via laut perlu diwaspadai karena ini juga peluang.
 
Master,
Minggu, 26-Februari-2012

Kalau menimbang efek multiplier dari sistemiknya dan faktor-faktor lain maka berpeluang besar hiperinflasi!
 
teddy,
Sabtu, 25-Februari-2012

Memang setiap adanya kenaikan infrastruktur yg dibutukan masyarakat banyak, pasti menimbulkan inflasi. Tetapi pemerinta pasti sudah mengantipasi dan memperkirakan besarannya. Karenanya pemerintah akan terus memantau dan mengawasi perekonomian yg terjadi baik didalam negari maupun secara global.
 
ade irianto,
Sabtu, 25-Februari-2012

Rakyat melarat nggak ada yang ngoreksi....