Tak Ada Lagi Film Barat di Bioskop

Sosbud / Sabtu, 19 Februari 2011 12:03 WIB


Metrotvnews.com, Jakarta: Penggemar film Hollywood boleh jadi kecewa berat. Mereka kini tak lagi bisa memanjakan mata dengan tontonan apik di bioskop karena Asosiasi Produsen Film Amerika Serikat (MPA) sudah menyetop kiriman film ke Indonesia.

Bukan tanpa sebab MPA mengambil kebijakan sepihak. Mereka keberatan dengan peraturan pajak bea masuk atas hak distribusi film impor di Indonesia yang berlaku efektif bulan kemarin. PMA protes dan menilai produk mereka seharusnya bebas bea masuk impor.

Juru bicara jaringan bioskop 21 Cineplek Noorca Masardi mengatakan, PMA berkeras film bioskop bukan barang dagangan seperti produk garmen atau otomotif yang bisa diperjualbelikan. Apalagi selama ini kopi film impor yang masuk ke Indonesia sudah dikenakan bea masuk barang plus PPh dan PPn sebesar 23,75 persen dari nilai barang.

Belum lagi, kata Noorca, "Pemerintah juga menerima pajak penghasilan sebesar 15 persen dari hasil setiap film impor yang diedarkan di Indonesia."

Menurut dia, bila aturan baru ini tetap berjalan PMA kukuh akan menghentikan distribusi film AS di Indonesia, tanpa terkecuali. Film impor yang sudah membayar bea masuk tak akan ditayangkan. Sedangkan  film impor yang kini sedang tayang akan dicabut hak edarnya.(ICH)




cbn
Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
Ahmad Rusdi,
Rabu, 11-Mei-2011

makan tuh pajak..gak mikir luh...berapa banyak tenaga kerja yang bakalan dipecat dari industri bioskop...emang film indonesia bermutu gitu?...buang buang duit buang buang waktu nonton film porno berkedok horor di bioskop...ke laut aja luh....makan tuh pajak...
 
tiyo,
Selasa, 10-Mei-2011

sepertinya ada kepentingan dari pihak tertentu yang ingin mengambil alih hak kepemilikan XXI ataupun 21 cineplex degan meninggalnya pemilik pertama hak untuk pendiri 21 maupun XXI yaitu Bp.Sudwikatmono ( inilah permainan tingkat tinggi ) bagaimana caranya agar runtuh..yaitu dengan sengaja memberikan sebesar-besarnya pajak hiburan utnuk film barat dan dengan sendirinya pihak distributor maupun MPAA (Motion Picture Association of America) menghentikan/memboikot export film-filmnya ke Indonesia..melalui tulisan ini saya selaku konsumen sangat dirugikan apalagi sebentar lagi musim liburan sekolah nonton dimana saya dan anak saya Transformer 3 dan untuk itu mohon sekiranya dari pihak Metro TV bisa mengulas tuntas kebusukan ini..
 
rb83,
Jumat, 6-Mei-2011

Sekarang ini masyarakat Indonesia semakin kekurangan hiburan yang bagus dan baik. Film2x Indonesia yang berbobot seperti Laskar Pelangi, Naga Bonar, Garuda Didadaku, Merah Putih, Pasir Berbisik, Ayat-ayat CInta, belum banyak. Masih banyak film-film yang tidak jelas alur ceritanya dan mengikuti film yang pernah ada. Seperti film horor yang trend setelah film Jalangkung yang memang bagus saat itu. Tapi banyaknya film horor yang ada sekarang ini sangat tidak mendidik dan kurang bermutu, serta menampilkan adegan vulgar yang diperankan oleh artis-artis yang tenar karena kontroversi bukan karena kemampuan aktingnya. Sampai saat ini saya tidak mengerti maksud penaikan pajak tersebut.
 
mia,
Minggu, 24-April-2011

ky pilm indo bgs aj,kbnykan pilm indo d bioskop tuh pilm horor tp bnyk adegan vulgarny,sm aj pilm porno berkedok pilm hantu. Smuany g bermutu.
 
stella,
Selasa, 29-Maret-2011

film horor indo ga jelas hantu ... dasar indo mata duit :( memalukan indo, dah jadi negara tikus >.