Jumat, 8 April 2011
Deskripsi

Jumat, 08 April 2011


BADAI yang menerpa Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi Partai Pendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono tidak juga surut. Bahkan, badai itu semakin kencang dengan munculnya desakan dari parpol yang setia agar Golkar dan PKS ditendang dari koalisi.

Berbeda dengan empat sohib mereka, Demokrat, PAN, PPP, dan PKB yang sejauh ini tetap konsisten, Golkar dan PKS memang tidak sepenuhnya setia mendukung garis koalisi. Hal itu tampak dengan lolosnya rekomendasi Pansus Hak Angket Bank Century serta kasus hak angket mafia pajak.

Untuk mencegah agar ketidaksetiaan itu terulang kembali, Partai Demokrat sebagai lokomotif koalisi menghendaki kontrak politik yang baru. Isinya, antara lain, memuat aturan penyeragaman, yaitu enam fraksi di DPR akan bersuara kor menyetujui setiap kebijakan pemerintah.

Kontrak politik yang baru itu juga memasukkan sanksi bagi partai yang membangkang. Sasarannya jelas, Golkar dan PKS.
Akan tetapi, Golkar menolak kontrak baru itu. Alasan mereka penyeragaman suara koalisi di DPR itu dapat menghilangkan identitas partai.

Tentu masih ada alasan lain. Jika penyeragaman itu disepakati, DPR akan menjadi tukang stempel pemerintah. Persis di era Orde Baru. Apa yang dihidangkan pemerintah, itulah yang akan disantap DPR. DPR menjadi corong keinginan pemerintah, termasuk corong pembuangan semua limbah untuk disalurkan kepada rakyat, tanpa ada saringan. Kalau ada gegap gempita penolakan di DPR, itu sekadar aksesori, bukan substansial.

Penyeragaman di setgab benar-benar akan mengesampingkan aspirasi rakyat. Bayangkan, enam fraksi di DPR yang menguasai 75% kursi parlemen adalah sebuah modal yang berlimpah untuk memuluskan semua kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan yang memberatkan rakyat sekalipun.

Penyeragaman di setgab yang dibawa ke DPR akan melumpuhkan kembali kekuatan parlemen sebagai penyeimbang. DPR yang berjaya sejak reformasi bergulir 13 tahun silam akan mandul kembali.

Penyeragaman suara eksekutif dan legislatif untuk menyelamatkan kepentingan kekuasaan jangka pendek jelas akan merusak demokrasi. Demokrasi justru harus dipelihara di atas kesadaran bahwa kekuasaan hanya berumur pendek, yaitu presiden hanya dapat berkuasa paling lama dua masa jabatan.

Oleh karena itu, Golkar dan PKS seharusnya menolak dikerangkeng dalam penyeragaman. Bahkan, mereka semestinya membubarkan setgab. Koalisi bukan berarti uniformitas, apalagi hegemoni kekuasaan di satu tangan setgab.

Lagi pula, kalau memang tak lagi sejalan, mengapa Golkar dan PKS ngotot bertahan di dalam koalisi? Bukankah bertahan demi kursi kabinet tampak murahan?

Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
fuad vannoel,
Selasa, 12-April-2011

SETGAB KOALISI = OTB yang Pragmatis & Oportunis = PeKaI...!!! http://www.facebook.com/notes/fuad-vannoel/setgab-koalisi-otb-yang-pragmatis-oportunis-pekai/10150212987184973 Dont NATO..! Bubarkan Sekarang Juga..!
 
fuad vannoel,
Selasa, 12-April-2011

Memang sesungguhnya Golkar dan PKS itu adalah partai murahan. Oleh sebab itu mereka ngotot untuk bertahan di koalisi demi mempertahankan jatah kursi di kabinet...!?
 
cebol,
Senin, 11-April-2011

Mana berani Demokrat gusur PKS apalagi Golkar kalau gak Babak belur karena sudah ketahuam bobroknya kalau DEMOKRAT bersih ngapain sudah dari kemarin kemarin PKS dan Golkar di depak persoalannya DEMOKRAT sangat SADAR jika Kebobrokkannya udah di pegang kartunya sama mereka apalagi SBY gak bakal berani singkirkan Golkar emang siapa yang biayain dia kampanye sampai bisa jadi president kan Ical udah mati kutu lah kagak bakal berani makanya orang DEMOKRAT aja yang harus tahu diri dan banyak banyak belajar tipu muslihat dengan Golkar mereka sudah terbukti 35 tahun malang melintang membodohi rakyat sebaiknya DEMOKRAT banyak belajar dari golkar gimana caranya basa basi dan tipu tipu mereka ahlinya kalau soal Negara NKRI sih gak usah dipikir tinggal RONTOK nya aja KOK" jadi hancurkan sa terserah kalian aja mau diapakan mau kalian JUAL juga Rakyatnya diam aja kok udah kadung mabok jadi pada lupa ingatan semua.+ SELAMAT BERFOYA FOYA untuk partai DEMOKRAT cs...nikmati saja kekuasaan anda sepuas puasnya untk ber mewah mewah dan menghambur uang Rakyat semau anda selamat BERPESTA PORA.
 
Dude,
Jumat, 8-April-2011

METRO TV..RAME DI TWITTER TUH TENTANG WIMAR WITOELAR...METRO TV DIKLAI SEBAGAI TV YANG JAGO KRITIK TAPI GAK MAU DIKRITIK..... SELAMAT MENJADI TV YANG AKAN BERKURANG SIMPATISAN-NYA
 
Arief Rahman,
Jumat, 8-April-2011

Golkar dan PKS jangan banci dalam berpolitik, kalau mau berkoalisi harus konsisten, jika tidak keluar saja dari Setgab dan beroposisi. Jangan menjadi musuh dalam selimut. Pak SBY harus tegas pada Golkar dan PKS.
 
List Episode