Senin, 11 April 2011
Deskripsi

HARIAN ini membuat geger. Edisi Sabtu (9/4) Media Indonesia menampilkan karya foto jurnalistik eksklusif yang merekam kelakuan jorok anggota DPR. Kelakuan jorok itu terjadi Jumat (8/4), di forum terhormat, di sidang paripurna yang membahas materi sangat penting, yaitu pembangunan gedung baru DPR yang ditentang publik.

Anggota DPR itu adalah Arifinto dari Partai Keadilan Sejahtera, yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Barat VII. Kamera wartawan foto Media Indonesia M Irfan menangkap basah bagaimana jari tangan Arifinto dengan sengaja memilih video porno di komputer tablet yang dibawanya ke ruang sidang dan menikmatinya sejak pukul 11.39.23 hingga pukul 11.41.57 WIB.

Media Indonesia memiliki 60 frame visual berisi kelakuan anggota DPR itu. Sebuah jumlah yang lebih dari cukup untuk membuktikan secara faktual bahwa tidak benar anggota DPR itu membuka komputer tabletnya karena ada surat elektronik yang masuk, sebagaimana kilahnya, dan pula tidak benar ia menontonnya hanya beberapa detik, tak sampai setengah menit, seperti katanya.

Sebagian dari foto jurnalistik itu telah dipublikasikan di harian ini dan di situs Mediaindonesia.com dengan sengaja mengaburkan bagian gambar yang porno. Hal itu bertujuan menghormati keadaban publik dan mematuhi Undang-Undang Pornografi.
Semua itu perlu ditegaskan kembali melalui Editorial ini untuk menggarisbawahi betapa telah terjadi kebangkrutan moral anggota DPR. Bukan sembarang kebangkrutan moral karena yang menonton video porno itu adalah anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera, partai yang berbasiskan nilai-nilai agama dan yang paling gigih memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Pornografi.

Kelakuan jorok anggota DPR itu bukan hanya menunjukkan moral susila yang rusak, melainkan juga moral politik. DPR sedang bersidang paripurna menyangkut pembangunan gedung DPR yang akan menelan Rp1 triliun lebih, eh, si anggota DPR tidak peduli, malah asyik menikmati pornografi.

Kasus itu menambah panjang daftar dekadensi anggota DPR. Bukankah banyak anggota DPR yang masuk penjara karena korupsi? Bukankah amat banyak anggota DPR yang gemar mangkir bersidang? Bukankah banyak keputusan DPR produk transaksional? Bukankah hasil studi banding omong kosong? Bahkan, ada studi banding yang diselingi menonton tari perut. Sekarang ditambah menonton video porno di sidang paripurna.

Semua itu jelas bukti DPR mengalami kebangkrutan moral yang menggerus kepercayaan publik. Bahkan, tidak berlebihan untuk mengatakan sesungguhnya telah terjadi kebangkrutan kepercayaan dan kebangkrutan legitimasi terhadap DPR. Tiga kebangkrutan yang fundamental. Lalu dengan dasar apa DPR masih layak memutuskan kebijakan publik atas nama rakyat?

DPR sekarang lebih banyak mudaratnya daripada maslahatnya. Oleh karena itu, sebaiknya DPR berhenti bersidang. Sebaiknya reses dilanjutkan saja sampai masa kerja berakhir pada 2014, sampai dilahirkan DPR yang baru hasil pemilu mendatang.

Anggaplah DPR yang sekarang ini koma, pingsan berat, akibat keracunan bermacam-macam kelakuan jorok. Kiranya untuk sementara negara ini lebih baik berjalan tanpa DPR yang dekaden itu.

Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
supra,
Sabtu, 23-April-2011

kebanyakan pemimpin kita ini lupa ipbarat kacang lupa kulitnya hasil dari sejarah lama asal muasal kelahiran bangsa kita lupa jabang bayi asal kemerdekaan yg kita dapatkan hasil dari rakyat kota desa .....
 
ode suat kab,
Jumat, 22-April-2011

Mendingan kita ganti menjadi Dewan Pembohong Rakyat, atau Dewan pencabulan Rakyat, atau Dewan apa sajalah. Sangat miris melihat kelakuan DPR kita. merasa bangga petantang, petenteng dengan berbagai fasilitas dan kemewahan dari uang keringat rakyat. Sementara rakyat hidup dalam berbagai kesulitan. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat di negeri ini. Kapan lagi mau berbuat yang benar. yah itulah yang disebut dengan tidak ada keburukan kecualdi dibalas dengan keburukan itu sendiri, Selamat menikmati hujatan rakyat.
 
Maolana,
Rabu, 20-April-2011

yg mentalnya bobrok tuh yg memilih mereka jadi anggota DRP
 
iin,
Sabtu, 16-April-2011

Kasihan benar rakyat negeri ini, merdeka dgn cara berperang melawan penjajahan belanda selama 350 tahun , dan jepang 3.5 tahun masih belum juga membuat para Pemimpin negeri ini sadar bahwa semua yg telah diperjuangkan para generasi terdahulu itu semua dibayar dgn darah dan airmata serta kemiskinan yg panjang. oleh rakyat !!! eh sekarang koq malah menjajah rakyat nya sendiri dg arah visi dan misi nya yg amburadul dlm membangun jiwa dan raga bangsa ini. Semoga masih ada rakyat negeri ini yg mau memimpin dg IKHLAS d BENAR
 
wa lina,
Sabtu, 16-April-2011

spertinya para anggota dewan itu harus diajarkan akhlak lagi, masa wakil rakyat punya sikap kayak gt
 
List Episode