Kepentingan bukan Kesetiaan

Senin, 18 April 2011
Deskripsi

POLITIKUS adalah semacam kutu loncat yang melompat dari satu partai ke partai lain. Ada juga yang membahasakannya sebagai orang kos, yang pindah dari satu tempat kos ke tempat kos lain yang lebih nyaman dan menjanjikan.

Contohnya Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf berpindah partai dari Partai Amanat Nasional (PAN) ke Partai Demokrat, pekan lalu, karena ingin mencalonkan diri sebagai gubernur pada periode mendatang.

Adakah yang salah? Tidak. Semua itu boleh dan sah-sah saja dilakukan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sedang menjabat karena tidak ada peraturan yang dilanggar. Partai yang ditinggalkan pun paling hanya bisa mengomel sampai tua.

Fenomena kepala daerah/wakil kepala daerah berpindah partai sesungguhnya bukan fenomena baru. Sebelum Dede Yusuf, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Sarundajang berpindah dari PDIP juga ke Partai Demokrat. Bedanya, Sarundajang melakukannya saat periode jabatannya telah berakhir, sedangkan Dede melakukannya di tengah-tengah masa jabatannya.

Dari sudut fatsun politik, orang boleh menilai Sarundajang lebih etis daripada Dede Yusuf. Bahkan, Dede dapat dikategorikan bak Malin Kundang, yaitu anak yang durhaka terhadap ibu yang melahirkan dan membesarkannya di bidang politik.

Sebaliknya Dede pun dapat berkilah bahwa ia dipilih rakyat Jawa Barat menjadi wakil gubernur bukan karena dibesarkan PAN, melainkan karena popularitasnya sebagai artis. Partai hanyalah kendaraan dan orang boleh meninggalkan bus untuk naik taksi.

Berpindah partai juga dilakukan Gamawan Fauzi, yang sebelumnya Gubernur Sumatra Barat dengan dukungan penuh PDIP kemudian menerima pinangan Presiden Yudhoyono dari Partai Demokrat untuk menjadi menteri dalam negeri. Menyangkut perkara ini, orang sepertinya tak bisa menghakiminya sebab memilih menteri merupakan hak prerogatif presiden.

Demikianlah, kepala daerah/wakil kepala daerah bebas menjadi kutu loncat atau orang kos-kosan sesukanya. Bagaimana dengan anggota DPR? Inilah pemangku jabatan publik yang dapat dihukum karena meninggalkan partainya. Partai tak perlu ngomel atau ngedumel, tetapi tegas me-recall-nya dan terbukalah pergantian antarwaktu anggota DPR.

Namun, satu soal mendasar tetap harus dihormati siapa pun. Bukankah setiap orang memiliki hak politik baik untuk masuk maupun keluar dari satu partai ke partai lain yang sesuai dengan aspirasi politiknya?

Lagi pula merupakan fakta bahwa ada partai yang lebih menjanjikan. Sebaliknya, juga fakta bahwa ada partai yang sudah reyot dan kempis ban sehingga sebagai kendaraan tak bisa diajak berlari menyongsong perubahan.

Suka atau tidak suka, pahit atau manis, satu-satunya yang abadi dalam berpartai adalah kepentingan, bukan kesetiaan.(*)

Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
Tata Rustadinata,
Rabu, 20-April-2011

Kesetiaan utama adalah beriman pada Tuhan Yang Maha Esa. Kesetiaan selanjutnya pada komitmen menjaga keutuhan NKRI. Kesetiaan berikutnya kepada bangsa dan negara, serta pemerintah. Jangan lupa setia pada keluarga.
 
Rohman Banten,
Rabu, 20-April-2011

Kesetiaan dan kepentingan memang harus berjalan seiring agar semuanya berjalan baik. Kesetiaan menjaga kepentingan bersama harus dilakukan para politisi. Dalam koalisi mendukung pemerintah merupakan kepentingan bersama dan harus dijaga kesetiaan kepentingan itu. Yang penting semua politisi dan partai politik menjaga komitmen membangun bangsa dan negara, agar lebih maju dan rakyatnya sejahtera.
 
Ganjar Nugraha,
Rabu, 20-April-2011

dalam "POLITIK"lebih baik segera terlukai oleh cinta yg asli daripada terpenjara lama dlm cinta nya yg palsu
 
orang Awam..,
Senin, 18-April-2011

jika mendengar berita ini .......... mereka politikus ini .. selama ini SAMA SEKALI TIDAK BERMANFAAT SATUSENPUN,SEDIKITPUN, SECUILPUN KEPADA SATU ORANGPUN Di Indonesia Selama ini ........... begitu kah maksudnya ?????????????, sungguh TERLALLU Politikus skrg ini .!!!
 
Koesno,
Senin, 18-April-2011

JAS MERAH jangan Lupakan Sejarah Bangsa NJusantara ini Pernah BESAR sejak jaman Sriwijaya paling hebat sampai Pilipina kekuasaannya dan di era Majapahit hingga Birma sampai Thailand menjadi wilayah Kuasa majapahit namun akhirnya negeri ini juga pernah berkeping keping menjadi beberapa bagian kerajaan kecil kecil bahkan SUrakarta saja di bagi dua menjadi kerajaan Kasunanan dan mangkunegaran kemudian Jogyakarta di bagi dua Jogyakarta ( mataram ) dengan Paku ALAM jadi Sejarah telah membuktikan bahwa negeri ini akan Hancur berpeking keping jika akar dan budaya nya di cabut hanya demi kepentingan sesaat hal ini sangat di sadari oleh para Faounthing Father bangsa ini ketika memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 - 8- 1945 itulah sebabnya ketika sidang BPUPKI para pendiri ini bertanya negeri ini MERDEKA dasarnya APA lalu sepakat untuk mengembalikan pada AKAR BUDAYA sebagai negara Besar di Buku SOTA SOMA dengan menggali lima unsur KEKUATAN yang menjadi pondasinya berupa dasar didirikannya sebuah bangsa yang Bermartabat dan pernah JAYA yakni kembali atau digali kembali untuk dugunakan sebagai landasan konstitusi NKRI yakni PANCASILA jika hal ini ditinggalkan satu Nafas saja maka artinya nafas kita telah ter KOTORI oleh pengkhianatan Kolektiv yang akan menghancurkan paru paru dan jantung NKRI semoga hal ini segera menajdi RENUNGAN kembalinya keutuhan DASAR berdirinya NKRI dengan Pola pikir BARU dan GAGASAN baru yang tidak meninggalkan AMPERA 17-8-1945
 
List Episode
Editorial Media Indonesia
  • player
    Hilangnya Kebanggaan Bangsa
    Sabtu, 26-Mei-2012
  • player
    Krisis Negarawan
    Jumat, 25-Mei-2012
  • player
    Grasi untuk Corby
    Kamis, 24-Mei-2012
  • player
    Merekayasa Presidensial
    Rabu, 23-Mei-2012
  • player
    Century Tetap Barometer
    Selasa, 22-Mei-2012
  • player
    Pemberhentian Gubernur Nonaktif
    Senin, 21-Mei-2012
  • player
    Sindrom Perubahan dan Kebangkitan
    Sabtu, 19-Mei-2012
  • player
    Perjalanan Dinas Sarang Penyamun
    Jumat, 18-Mei-2012
  • player
    Salut buat Tim SAR
    Kamis, 17-Mei-2012
  • player
    Menonton Kekerasan
    Rabu, 16-Mei-2012
  • player
    Tugas Kabinet Jangan Disambi
    Selasa, 15-Mei-2012
  • player
    Pemilu Kada DKI yang Demokratis
    Senin, 14-Mei-2012
  • player
    Tragedi Sukhoi
    Jumat, 11-Mei-2012
  • player
    Edisi Kamis 10 Mei 2012
    Kamis, 10-Mei-2012
  • player
    Edisi Rabu 9 Mei 2012
    Rabu, 9-Mei-2012
  • player
    Mencari Nafkah di DPR
    Selasa, 8-Mei-2012
  • player
    Edisi Senin 7 Mei 2012
    Senin, 7-Mei-2012
  • player
    Tawuran Pelajar makin Sadis
    Sabtu, 5-Mei-2012
  • player
    Teror Bom Bersubsidi
    Jumat, 4-Mei-2012
  • player
    Membidik Koruptor Kakap di Banggar DPR
    Kamis, 3-Mei-2012
  • player
    Pelat Nomor Mobil Anas, Edisi Rabu 2 Mei 2012
    Rabu, 2-Mei-2012
  • player
    Angelina Sondakh dan Justice Collaborator
    Selasa, 1-Mei-2012
  • player
    Hari Buruh Jangan Rusuh
    Senin, 30-April-2012
  • player
    KPK masih Bergigi
    Sabtu, 28-April-2012
  • player
    Tragedi TKI tiada Bertepi
    Jumat, 27-April-2012
  • player
    BBM, Benar-Benar Membingungkan, Edisi Kamis 26 April 2012
    Kamis, 26-April-2012
  • player
    Industri Pemilu Kada, Edisi Rabu 25 April 2012
    Rabu, 25-April-2012
  • player
    TNI Vs Polri
    Selasa, 24-April-2012
  • player
    Ujian Nasional bukan Beban
    Senin, 23-April-2012
  • player
    Antiklimaks Kasus Wisma Atlet
    Sabtu, 21-April-2012
  • player
    Mencla-mencle Pembatasan BBM
    Jumat, 20-April-2012
  • player
    Obral Interpelasi, Editorial, Edisi Kamis 19 April 2012
    Kamis, 19-April-2012
  • player
    Nada Sumbang Orkestra Koalisi, Editorial Edisi Rabu 18 April 2012
    Rabu, 18-April-2012
  • player
    Rakyat Papua Butuh Didengar, Edisi Rabu 11 April 2012
    Rabu, 11-April-2012
  • player
    Editorial Edisi Selasa 10 April 2012
    Selasa, 10-April-2012
  • player
    Lampu Kuning Neraca Perdagangan
    Senin, 9-April-2012
  • player
    Sengkarut Koalisi
    Sabtu, 7-April-2012
  • player
    Banjir dan Pemilu Kada DKI
    Jumat, 6-April-2012
  • player
    Insiden LP Pekanbaru
    Kamis, 5-April-2012
  • player
    Jangan Menunggu Yang Mulia Demo
    Rabu, 4-April-2012
  • player
    Pembangkangan Kepala Daerah
    Selasa, 3-April-2012
  • player
    Bulan-bulanan BBM Bersubsidi
    Senin, 2-April-2012
  • player
    Politik Bunglon
    Sabtu, 31-Maret-2012
  • player
    Demonstrasi Damai
    Jumat, 30-Maret-2012
  • player
    Kebrutalan Polisi
    Kamis, 29-Maret-2012
  • player
    Demonstrasi dan Salah Urus Negara
    Rabu, 28-Maret-2012
  • player
    Demonstrasi tanpa Anarkisme
    Selasa, 27-Maret-2012
  • player
    Menjinakkan Mahasiswa
    Senin, 26-Maret-2012
  • player
    PSSI Kembar
    Sabtu, 24-Maret-2012
  • player
    Introspeksi untuk Berbenah
    Jumat, 23-Maret-2012