Insentif bagi Kemalasan

Senin, 16 Mei 2011
Deskripsi

PRODUKTIVITAS kerja yang rendah di negeri ini sudah lama dikeluhkan. Kondisinya bisa bertambah parah akibat kebijakan pemerintah yang gemar menetapkan cuti bersama.

Kritik telah sering dilontarkan agar pemerintah mengurangi cuti bersama. Namun, pemerintah tidak mendengar. Melalui surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, yakni menteri agama, menteri tenaga kerja dan transmigrasi, serta menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, pemerintah menetapkan hari ini, Senin, 16 Mei, sebagai hari libur untuk cuti bersama.

Dengan demikian cuti bersama 2011 yang telah ditetapkan pemerintah tahun lalu sebanyak empat hari bertambah lagi satu hari, menjadi lima.

Alasan di balik keputusan penambahan cuti bersama itu pun tetap saja tidak masuk akal, yaitu antara lain dalam rangka efisiensi dan efektivitas kerja.

Senin ini adalah hari 'terjepit' di antara libur akhir pekan Sabtu-Minggu dan libur Hari Raya Waisak, Selasa. Pegawai negeri biasanya membolos kerja di hari terjepit seperti itu.

Jadi, meliburkan hari kerja di hari terjepit pada dasarnya adalah upaya melegalkan kemalasan pegawai negeri. Daripada banyak yang membolos kerja, sekalian dibikin saja resmi cuti bersama. Namun, dengan keputusan pemerintah itu bukan hanya pegawai negeri yang cuti bersama. Pegawai swasta pun sebagian ikut diliburkan.

Padahal, tanpa cuti bersama pun produktivitas kerja di negeri ini sudah sangat rendah. Studi Badan Pusat Statistik dan Lembaga Demografi Universitas Indonesia 2009 menyebutkan tingkat produktivitas pekerja Indonesia kalah jauh jika dibandingkan dengan pekerja di China. Di pabrik garmen, misalnya, seorang pekerja China mampu menghasilkan 90 celana per hari, sedangkan pekerja Indonesia hanya bisa menghasilkan 30-40 celana.

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada 2009 menempatkan Indonesia di urutan ke-83 dari 124 negara dalam produktivitas tenaga kerja. Salah satu akibatnya ialah rendahnya daya saing. Indonesia hanya menduduki peringkat 35 dari 75 negara yang disurvei International Management Development.

Survei lain mengenai produktivitas bahkan menempatkan Indonesia di urutan ke-59 dari 61 negara atau ketiga terendah dari bawah.

Dengan level produktivitas yang memprihatinkan itu, penambahan cuti bersama jelas keliru besar. Bukannya memompa etos kerja demi meningkatkan produktivitas, dengan kebijakan cuti bersama itu pemerintah sebenarnya justru memberi insentif terhadap kemalasan yang akan membuat produktivitas bangsa ini kian terpuruk.

Yang lebih buruk lagi keputusan cuti bersama itu diambil secara mendadak sehingga alih-alih dapat dimanfaatkan secara positif oleh sektor pariwisata, kebijakan itu justru mengganggu pelayanan publik.

Cuti yang baik adalah sarana rekreasi dan kontemplasi setelah puncak produktivitas terlampaui. Sesudahnya akan diraih vitalitas, spirit, dan inspirasi yang baru untuk kembali berkarya. Jadi, cuti bukan insentif bagi kemalasan.

Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
shulton,
Jumat, 15-Juli-2011

gi mana sih masalah nazaruddin aja pemerintah kok berbelit2 apa mau rakyak merefolusi sekarang rakyat udah bosan dengan ulah pemerintah yg kurang adil
 
noval agus syafroni,
Selasa, 17-Mei-2011

kalo boleh koruptor yg di penjara kasih bebas bersama sekalian biar negeri ini tambah ancur... cur... cur... dasar pemerintahan korup, hari kerja aja dikorup.
 
henri sunaryo,
Selasa, 17-Mei-2011

CUTI BERSAMA MERUPAKAN BAGIAN DARI HAK CUTI TAHUNAN PNS YG DIBERIKAN PEMERINTAH SELAMA 12 HARI. APABILA PEMERINTAH DALAM TAHUN 2011 INI TELAH MEMBERIKAN CUTI BERSAMA SELAMA 5 HARI MAKA HAK CUTI TAHUNAN BAGI PNS HANYA TERSISA 7 HARI DAN DAPAT DIAMBIL KAPAN SAJA DALAM TAHUN 2011 INI. JADI HAL ITU ADALAH SAH-SAH SAJA. DISARANKAN KEPADA SEMUA PIHAK UNTUK TIDAK MENGOMENTARI SECARA NEGATIF TENTANG CUTI BERSAMA TSB APABILA TIDAK MEMAHAMI TENTANG ATURANNYA KARENA HANYA AKAN MEMPROVOKASI SAJA.
 
henri sunaryo,
Selasa, 17-Mei-2011

CUTI BERSAMA MERUPAKAN BAGIAN DARI HAK CUTI TAHUNAN BAGI PNS YG DIBERIKAN PEMERINTAH SELAMA 12 HARI. JADI CUTI BERSAMA ADALAH SAH-SAH SAJA. SEMUA PIHAK YG MENGOMENTARI CUTI BERSAMA SECARA NEGATIF DISARANKAN UNTUK MEMAHAMI LEBIH DAHULU ATURAN PEMERINTAH TENTANG CUTI PNS AGAR KOMENTARNYA TIDAK BERNADA PROVOKASI.
 
Gholiat Chacing,
Selasa, 17-Mei-2011

HAI PARA PEJABAT!!!! MARI TINGKATKAN ETOS KERJA KALIAN, JANGANLAH MENIRU SIKAP PRILAKU BINATANG KERBAU, KALAU TIDAK DI PECUT TIDAK MAU BEKERJA, SIFAT KERBAU SENANGNYA BERKUBANG DI KUBANGAN LUMPUR. Rakyat sudah bosan melihat prilaku kalian, yang sok gagah-gagahan, pamer, dan etos kerjanya minim.
 
List Episode
Editorial Media Indonesia
  • player
    Hilangnya Kebanggaan Bangsa
    Sabtu, 26-Mei-2012
  • player
    Krisis Negarawan
    Jumat, 25-Mei-2012
  • player
    Grasi untuk Corby
    Kamis, 24-Mei-2012
  • player
    Merekayasa Presidensial
    Rabu, 23-Mei-2012
  • player
    Century Tetap Barometer
    Selasa, 22-Mei-2012
  • player
    Pemberhentian Gubernur Nonaktif
    Senin, 21-Mei-2012
  • player
    Sindrom Perubahan dan Kebangkitan
    Sabtu, 19-Mei-2012
  • player
    Perjalanan Dinas Sarang Penyamun
    Jumat, 18-Mei-2012
  • player
    Salut buat Tim SAR
    Kamis, 17-Mei-2012
  • player
    Menonton Kekerasan
    Rabu, 16-Mei-2012
  • player
    Tugas Kabinet Jangan Disambi
    Selasa, 15-Mei-2012
  • player
    Pemilu Kada DKI yang Demokratis
    Senin, 14-Mei-2012
  • player
    Tragedi Sukhoi
    Jumat, 11-Mei-2012
  • player
    Edisi Kamis 10 Mei 2012
    Kamis, 10-Mei-2012
  • player
    Edisi Rabu 9 Mei 2012
    Rabu, 9-Mei-2012
  • player
    Mencari Nafkah di DPR
    Selasa, 8-Mei-2012
  • player
    Edisi Senin 7 Mei 2012
    Senin, 7-Mei-2012
  • player
    Tawuran Pelajar makin Sadis
    Sabtu, 5-Mei-2012
  • player
    Teror Bom Bersubsidi
    Jumat, 4-Mei-2012
  • player
    Membidik Koruptor Kakap di Banggar DPR
    Kamis, 3-Mei-2012
  • player
    Pelat Nomor Mobil Anas, Edisi Rabu 2 Mei 2012
    Rabu, 2-Mei-2012
  • player
    Angelina Sondakh dan Justice Collaborator
    Selasa, 1-Mei-2012
  • player
    Hari Buruh Jangan Rusuh
    Senin, 30-April-2012
  • player
    KPK masih Bergigi
    Sabtu, 28-April-2012
  • player
    Tragedi TKI tiada Bertepi
    Jumat, 27-April-2012
  • player
    BBM, Benar-Benar Membingungkan, Edisi Kamis 26 April 2012
    Kamis, 26-April-2012
  • player
    Industri Pemilu Kada, Edisi Rabu 25 April 2012
    Rabu, 25-April-2012
  • player
    TNI Vs Polri
    Selasa, 24-April-2012
  • player
    Ujian Nasional bukan Beban
    Senin, 23-April-2012
  • player
    Antiklimaks Kasus Wisma Atlet
    Sabtu, 21-April-2012
  • player
    Mencla-mencle Pembatasan BBM
    Jumat, 20-April-2012
  • player
    Obral Interpelasi, Editorial, Edisi Kamis 19 April 2012
    Kamis, 19-April-2012
  • player
    Nada Sumbang Orkestra Koalisi, Editorial Edisi Rabu 18 April 2012
    Rabu, 18-April-2012
  • player
    Rakyat Papua Butuh Didengar, Edisi Rabu 11 April 2012
    Rabu, 11-April-2012
  • player
    Editorial Edisi Selasa 10 April 2012
    Selasa, 10-April-2012
  • player
    Lampu Kuning Neraca Perdagangan
    Senin, 9-April-2012
  • player
    Sengkarut Koalisi
    Sabtu, 7-April-2012
  • player
    Banjir dan Pemilu Kada DKI
    Jumat, 6-April-2012
  • player
    Insiden LP Pekanbaru
    Kamis, 5-April-2012
  • player
    Jangan Menunggu Yang Mulia Demo
    Rabu, 4-April-2012
  • player
    Pembangkangan Kepala Daerah
    Selasa, 3-April-2012
  • player
    Bulan-bulanan BBM Bersubsidi
    Senin, 2-April-2012
  • player
    Politik Bunglon
    Sabtu, 31-Maret-2012
  • player
    Demonstrasi Damai
    Jumat, 30-Maret-2012
  • player
    Kebrutalan Polisi
    Kamis, 29-Maret-2012
  • player
    Demonstrasi dan Salah Urus Negara
    Rabu, 28-Maret-2012
  • player
    Demonstrasi tanpa Anarkisme
    Selasa, 27-Maret-2012
  • player
    Menjinakkan Mahasiswa
    Senin, 26-Maret-2012
  • player
    PSSI Kembar
    Sabtu, 24-Maret-2012
  • player
    Introspeksi untuk Berbenah
    Jumat, 23-Maret-2012