Mereka Bilang Saya China

Minggu, 17 Juli 2011
Deskripsi

NEGERI ini masih berlangsung meski tak sekuat di era Orba. Dalam buku “Mereka Bilang Saya China” diceritakan tentang para perempuan yang berjuang melawan diskriminasi atas etnisnya. Ada yang berprestasi di dunia internasional, tetapi kewarganegaraannya masih sulit ia dapatkan. Demikian pula dengan beberapa tamu Kick Andy kali ini. Pribadi-pribadi yang memiliki andil besar tetapi perjuangannya melalui jalan terjal untuk diakui sebagai bagian dari bangsa ini.


Filosofinya adalah “orang miskin jangan lawan orang kaya, dan orang kaya jangan lawan pejabat”. Berbekal pelajaran dari almarhum ayahandanya itulah, Basuki Tjahaya Purnama atau yang dikenal Ahok adalah sosok manusia dermawan yang tak segan menyuarakan kenyataan pilu dari lembaganya, Dewan Perwakilan Rakyat, kepada masyarakat umum.


Berawal di tahun 2001, setelah ditutupnya pabrik pengolahan pasir miliknya karena dianggap tidak sejalan dengan kebijakan penguasa setempat, Ahok alih profesi dan terjun ke dunia politik. Tujuh bulan menjadi anggota DPRD II, Ahok langsung menjabat sebagai Bupati di Belitung Timur dengan menang telak. Semasa menjabat bupati, Ahok menjadikan warung kopi sebagai media untuk mendengarkan secara langsung keluh kesah warganya. Oleh karena itulah seluruh warganya mengenal baik setiap digit nomor telepon miliknya.


Meski gagal ikut dalam pemilihan sebagai gubernur di Bangka Belitung, karena di duga adanya manipulasi suara, anak sulung dari 3 bersaudara ini kini berjuang melalui jabatannya sebagai anggota DPR dalam Komisi II. Tak hanya itu, untuk menjembatani komunikasi dengan rakyatnya, Ahok pun selalu meng-up date web site pribadinya. Tak jarang apa yang dilakukannya itu membuka aib wakil rakyat lainnya.


Salah satu tokoh aktivis yang sangat gigih memperjuangkan hak asasi manusia adalah Ester Indahyani Jusuf. Ia tipikal manusia yang anti diskriminasi suku agama ras dan golongan. Sebagai keturunan tionghoa, Ester alias Sim Ai Ling - masih melihat banyak kasus diskriminatif terhadap etnis tionghoa di tengah masyarakat. Kita tak akan pernah lupa, kerusuhan Mei 1998. Tragedi yang menelan ratusan korban, tak hanya etnis tionghoa tetapi juga masyarakat yang tidak bersalah lainnya. Sejak tahun 98 itu, Ester terus memperjuangkan kasus-kasus pelanggaran HAM dan diskriminasi. Atas perjuangannya itulah, pada tahun 2001 Ester meraih penghargaan YAP THIEM HIEN. Sebagai sosok yang berani menentang diskriminasi sosial.


Sekarang Ester bersama suaminya, tergabung dalam Solidaritas Nusa Bangsa (SNB). Organisasi yang bekerjasama memperjuangkan kasus-kasus penegakkan HAM dan anti diskriminasi. Ester yang juga seorang pengacara ini, aktif melakukan penelitian hingga ke berbagai daerah. Saat ini ia sedang menulis buku mengenai implementasi Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Sebelum bergabung dengan SNB, selama 3 tahun Ester banyak memberikan advokasi dan bantuan hukum melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Jakarta. Ketertarikannya pada bidang hukum sejak lulus sekolah menengah atas lebih sebagai upaya untuk membela kaum lemah yang tidak bersalah.


Perjalanan hidup membawa Khoe Liong Hauw alias Sumartono Hadinoto, pria kelahiran Solo yang akrab disapa Martono ini, menjadi sosok yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Bahkan sejak sepuluh tahun lalu usaha material arsitektur yang dirintisnya sejak tahun 1986 telah di serahkannya kepada sang istri, Meliana Kusyanto. Dan Martono pun fokus hanya pada kegiatan berorganisasinya.


Kesibukannya berorganisasi membuat ia sekarang ini tergabung dalam 15 organisasi sosial kemasyarakatan, diantaranya Persatuan Masyarakat Surakarta (PMS), Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI), dan juga Palang Merah Indonesia (PMI). Bagi Martono, tidak masalah warga etnis manapun yang berorganisasi. Tetapi kemampuan, niat baik, dan komitmen di sebuah organisasi adalah yang paling dibutuhkan. Salah satu prestasi yang ditorehkannya bersama timnya di Palang Merah Indonesia adalah, kini Solo tidak lagi mengalami kekurangan stok darah, dan bahkan berhasil menambah armada ambulance gratis untuk menolong orang sakit.

Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
Nachrowi,
Jumat, 19-Agustus-2011

anda telah beruntung sekali, negera ini majemuk kan, anda harus bersyukur negeri ini negeri yang demkrasi
 
minhah,
Jumat, 19-Agustus-2011

mbak jessica, jika kita bicara hal ini tak lepas dari jasa presiden Gus Dur yang membela hak2 warga tionghoa bahkan hingga sekarang dapat merayakan imlek dengan bebas... sejak SD saya sudah duduk sebangku dgn kawan yang keturunan tionghoa, kami saling menghormati, saya sering main kerumahnya dan ortunya mempunyai respek yang sama. masyarakat hidup berbaur, saling berniaga, gereja berdekatan dengan masjid, kami hidup harmonis. hanya oknum yang tidak bertanggung jawab saja yang tega melakukan hal yang sungguh tidak terpuji itu.
 
khrishna wastu,
Jumat, 12-Agustus-2011

Kalau bangsa Indonesia ini mau dan bertekad menjadi bangsa yang besar dan disegani diseluruh dunia tiadak ada lain siapapun dia baik itu dari jawa, sbatak dan tionghoa harus bersatu, gotong royong sak ijeg saeko proyo mbangun negoro tanpa rasa iri, risih dan merasa superion/inferior, pribumi atau non pribumi. yang penting semua pihak pihak mau menerima keberadaan masing-masing dengan kelebihan/kekurangannya, saling tepo seliro dan semua bertindak didasari dengan mempertimbangkan hati nurani,roso pangroso becik untuk mencapai Indonesia adil, makmur, sejahtera, Indonesia yang gemah ripah loh jinawi. Semoga . . . .
 
wisnu,
Selasa, 9-Agustus-2011

Selama "TRAGEDI" Mei 1998. terhadap Pemerkosaan massal belum di akui dan diselidiki. Siapa Dalang Rencana Pemusnahan massal etnis Minoritas oleh "Para PERAMPOK" yang berteriak-teriak "Allahuakbar". Kami tetap akan berhati-hati dengan bgsa "PERAMPOK"yang Jahat ini. Jelas2 teriakan yel-yel itu dikoordinasi dengan sistematis kok tidak diakui ada bahkan disangkal mati-matian bahkan oleh sebahagian dari mereka yang menyaksikan dgn mata kepala sendiri. betapa kebrutalan mereka yg dgn "bangga" melakukan perkosaan etnis, seolah-olah disetujui oleh "Bangsa" yang sedang sakit jiwa ini.
 
Jessica,
Senin, 8-Agustus-2011

Dulu saya juga merasakan diskriminasi sebagai warga Tionghoa.. Namun saya senang krn skrg warga2 Tionghoa sudah semakin membaur dengan warga sekitar. Saya berteman akrab sekali dengan banyak teman-teman bersuku Jawa dan Batak, mereka sangat menghargai saya dan teman2 lainnya yang beretnis Tionghoa. Memang masih ada jg warga, bahkan anak2 kecil yang masih suka usil dan menghina warga etnis TIonghoa, namun saya tetap berpikir posiitif. Saya berharap suatu hari nanti, warga etnis TIonghoa di Indonesia dapat benar2 dianggap sebagai saudara dan warga Indonesia yang tidak dinomorduakan.. :)
 
List Episode
Kick Andy
  • player
    Penyakit Ginjal Bukan Halangan Hidup
    Jumat, 25-Mei-2012
  • player
    Mengejar Mimpi
    Sabtu, 19-Mei-2012
  • player
    Insan yang Terlupakan
    Jumat, 18-Mei-2012
  • player
    Guru Gaptek, No Way
    Minggu, 13-Mei-2012
  • player
    Pria Mendobrak Mitos
    Jumat, 4-Mei-2012
  • player
    More Heroes, Big Action
    Jumat, 27-April-2012
  • player
    Perempuan Melawan Mitos
    Jumat, 20-April-2012
  • player
    JAS MERAH
    Jumat, 6-April-2012
  • player
    Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya
    Sabtu, 31-Maret-2012
  • player
    Reformasi Ala Amien Rais
    Jumat, 23-Maret-2012
  • player
    Kick Andy Hope
    Sabtu, 17-Maret-2012
  • player
    Kick Andy Edisi Jumat 2012
    Jumat, 16-Maret-2012
  • player
    Man Jadda Wa Jada
    Jumat, 2-Maret-2012
  • player
    Semangat Hingga Akhir Hayat
    Sabtu, 25-Februari-2012
  • player
    Plesir Unik
    Jumat, 17-Februari-2012
  • player
    Indonesia Menembus Batas
    Jumat, 10-Februari-2012
  • player
    Berbagi Tiada Henti
    Jumat, 3-Februari-2012
  • player
    Perempuan Perempuan Hebat
    Minggu, 29-Januari-2012
  • player
    Kick Andy Hope
    Sabtu, 21-Januari-2012
  • player
    Kick Andy Foundation
    Jumat, 20-Januari-2012
  • player
    Curahan Hati Para Bintang Tamu, Setelah di Kick oleh Andy Noya
    Jumat, 13-Januari-2012
  • player
    Butet Kertaradjasa Bertemu Dengan Andy F. Noya Ala Stand Up Comedy
    Jumat, 6-Januari-2012
  • player
    Berprestasi di Tengah Keterbatasan
    Jumat, 30-Desember-2011
  • player
    Kick Andy Hope
    Sabtu, 24-Desember-2011
  • player
    Berprestasi di Tengah Keterbatasan
    Sabtu, 24-Desember-2011
  • player
    Cinta Tanpa Syarat
    Jumat, 16-Desember-2011
  • player
    Kutambatkan Hati di Indonesia
    Minggu, 11-Desember-2011
  • player
    Menyebar Ilmu ke Pelosok Negeri
    Jumat, 2-Desember-2011
  • player
    Guruku Inspirasiku
    Sabtu, 26-November-2011
  • player
    Kecil-Kecil Cabe Rawit
    Minggu, 20-November-2011
  • player
    Kisah Seputar Batik
    Jumat, 4-November-2011
  • player
    Kick Andy Hope - 15 Oktober 2011
    Sabtu, 15-Oktober-2011
  • player
    Kreasi Anak Negeri
    Sabtu, 15-Oktober-2011
  • player
    Membuka Pintu Langit
    Minggu, 9-Oktober-2011
  • player
    Setetes Darah untuk Kehidupan
    Jumat, 30-September-2011
  • player
    Kalau Mau, Bisa
    Minggu, 25-September-2011
  • player
    Ketika Hati Bicara
    Sabtu, 17-September-2011
  • player
    Inspirasi dari Lapangan Kompetisi
    Jumat, 9-September-2011
  • player
    Bukan Tenaga Medis Biasa
    Jumat, 2-September-2011
  • player
    Indonesia Seven Summits: Menapak Tujuh Tiang Langit
    Jumat, 26-Agustus-2011
  • player
    Berguru dari Masa Lalu
    Minggu, 21-Agustus-2011
  • player
    Ring of Fire Adventure
    Minggu, 7-Agustus-2011
  • player
    Si Walang Kekek
    Jumat, 29-Juli-2011
  • player
    From Nothing to Something
    Sabtu, 23-Juli-2011
  • player
    Mereka Bilang Saya China
    Minggu, 17-Juli-2011
  • player
    Mereka Bilang Saya Cina
    Jumat, 15-Juli-2011
  • player
    Cermin untuk Berbagi
    Jumat, 1-Juli-2011
  • player
    Karyawan No, Juragan Yes
    , 0--0
  • player
    Golden Couples
    , 0--0