Tanaman obat atau Biofarmaka sudah sejak lama diyakini masyarakat Indonesia sebagai tanaman berkhasiat yang berfungsi untuk mencegah dan mengobati berbagai jenis penyakit. Seiring dengan kesadaraan dan permintaan masyarakat akan tanaman biofarmaka, industri jamu tradisional di Indonesia pun mulai berkembang sejak tahun 1990-an. Di tengah maraknya gempuran produk jamu instan kegiatan budidaya biofarmaka masih menjadi sumber mata pencaharian para petani didesa-desa. Misalnya desa Sambi Rejo, Kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah. Desa ini merupakan salah satu sentra penghasil tanaman biofarmaka atau yang biasa disebut dalam bahasa jawa empon-empon.
Awalnya pengolahan dilakukan secara manual dan tradisional, kini warga tersebut menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil produktivitas yang lebih. Bagaimana cara mereka mengolah tanaman biofarmaka ini?