PENYANDANG cacat sebetulnya punya potensi yang tak kalah dengan manusia normal, termasuk cacat pada penglihatan atau tuna netra. Tapi peralatan pendukung yang minim membuat mereka kesulitan dalam kehidupannya.
Mereka pun mengandalkan alat seperti tongkat atau mengandalkan orang lain sebagai mata. Mereka juga kesulitan beradaptasi bila berada di lingkungan baru.
Muhammad Sukma dan Faisal Fatahman pun tergerak menciptakan pembuatan sepatu bermata dua. Dua siswa asal Yogyakarta itu menaplikasikan sensor mata robot di bawah sepatu. Meski masih prototipe, fungsi dua mata itu diharapkan dapat membantu sang tuna netra melihat.