Badan Garong Anggaran

Rabu, 22 Februari 2012
Deskripsi

JUMLAH anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR cuma 86 orang atau 15% dari 560 anggota dewan. Akan tetapi, kekuasaan segelintir orang itu sangat besar. Percaya atau tidak, merekalah yang menentukan nasib bangsa ini.

Kekuasaan banggar ialah bersama pemerintah menetapkan pendapatan negara sekaligus menentukan prioritas anggaran bagi kementerian dan lembaga. Jika kekuasaan itu dipakai penuh tanggung jawab, rakyat bisa sejahtera.

Sebaliknya, jika kekuasaan itu dipakai untuk politik transaksi, celakalah rakyat dan negara ini. Politik transaksi itulah yang kini terjadi, berjalan seiring dengan pergeseran pola korupsi di Indonesia.

Dahulu pengusaha berkongsi dengan pejabat untuk mendapatkan proyek, sekarang pengusaha berkolusi dengan politikus di Banggar DPR.

Setidaknya ada tiga kasus korupsi kakap yang disebut-sebut melibatkan anggota banggar. Ketiganya yaitu kasus Wisma Atlet, kasus suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan kasus korupsi dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPID) 2011.

Tidak itu saja. Laporan tertulis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada Komisi III DPR pada 20 Februari menyebutkan saat ini PPATK sedang menganalisis lebih dari 2.000 laporan terkait dengan anggota DPR dan mayoritas transaksi dilakukan anggota Badan Anggaran DPR.

Meski aroma bau busuk korupsi sudah lama tercium, sejauh ini baru dua anggota banggar yang ditetapkan KPK sebagai tersangka. Pertama, Wa Ode Nurhayati dari Fraksi Partai Amanat Nasional dalam kasus PPID 2011. Padahal, Wa Ode itulah yang pertama kali membuka borok banggar.

Kedua, Angelina Sondakh dari Fraksi Partai Demokrat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Wisma Atlet. Sebaliknya, I Wayan Koster dari PDIP cuma dikenai status cegah bepergian ke luar negeri.

KPK berjalan lamban, amat lamban, mengusut korupsi yang melibatkan banggar. Padahal, KPK telah memeriksa empat pemimpin banggar pada 20 September 2011 terkait dengan kasus Wisma Atlet dan sogok di Kemenakertrans. KPK juga sudah menggeledah ruang banggar.

Sudah lima bulan terlewat sia-sia sejak KPK memeriksa Ketua Badan Anggaran Melchias Markus Mekeng (Golkar) dan tiga Wakil Ketua Banggar Mirwan Amir (Demokrat), Olly Dondokambey (PDIP), dan Tamsil Linrung (PKS). KPK hingga kini tak kunjung menjelaskan hasil pemeriksaan, apalagi meningkatkan status para terperiksa.

Jika semula gagap mengusut lantaran banggar mengancam mogok membahas RAPBN 2012, KPK kini mestinya tidak lagi memiliki hambatan psikologis sebab APBN 2012 sudah diundangkan.

Temuan 2.000 rekening mencurigakan anggota DPR yang mayoritas dilakukan anggota banggar harus dijadikan KPK sebagai momentum memberantas mafia anggaran di DPR. Jika momentum itu dibiarkan berlalu, sama saja KPK membiarkan badan anggaran menjelma menjadi badan garong anggaran.

Komentar
Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
tarkoni,
Rabu, 22-Februari-2012

kalo ulasan ini benar dan kpk dah ga mampu lagi..tinggal kita bersama sama mengangkat dua belah tangan berdo'a semoga Tuhan membalas perbuatan mereka dengan balasan yang setimpal
 
Rihi Mara,
Rabu, 22-Februari-2012

Betapa bobrok dan hinanya para pemimpin negeri ini... Kasihan sekali Indonesiaku...
 
John Naga,
Rabu, 22-Februari-2012

TUHAN tdk menciptakan sistem,undang undang,Peraturan,kebijakan atau hukum.Pejabat yg di beri kepercayaan oleh rakyat,telah. menyalah gunakan wewenang tersebut Dng tdk jujur,tdk fer dan tdk bertanggung jawab.tindakan demikian pd alam saja berakibat fatal apa lagi terhadap rakyat dan negara.saat susah rakyat diajak gotong royong saat senang rakyat tdk ditolong malah di gonggong dan di todong.MAS dan MUTIARA bila diberi pada kotoran maka ia akan balik menyerang.
 
Ari,
Rabu, 22-Februari-2012

Sungguh keji Banggar, saat ini anggota Banggar adalah perampok dan teroris terbesar yg ada di Indonesia.
 
List Episode
Editorial Media Indonesia
  • player
    Hilangnya Kebanggaan Bangsa
    Sabtu, 26-Mei-2012
  • player
    Krisis Negarawan
    Jumat, 25-Mei-2012
  • player
    Grasi untuk Corby
    Kamis, 24-Mei-2012
  • player
    Merekayasa Presidensial
    Rabu, 23-Mei-2012
  • player
    Century Tetap Barometer
    Selasa, 22-Mei-2012
  • player
    Pemberhentian Gubernur Nonaktif
    Senin, 21-Mei-2012
  • player
    Sindrom Perubahan dan Kebangkitan
    Sabtu, 19-Mei-2012
  • player
    Perjalanan Dinas Sarang Penyamun
    Jumat, 18-Mei-2012
  • player
    Salut buat Tim SAR
    Kamis, 17-Mei-2012
  • player
    Menonton Kekerasan
    Rabu, 16-Mei-2012
  • player
    Tugas Kabinet Jangan Disambi
    Selasa, 15-Mei-2012
  • player
    Pemilu Kada DKI yang Demokratis
    Senin, 14-Mei-2012
  • player
    Tragedi Sukhoi
    Jumat, 11-Mei-2012
  • player
    Edisi Kamis 10 Mei 2012
    Kamis, 10-Mei-2012
  • player
    Edisi Rabu 9 Mei 2012
    Rabu, 9-Mei-2012
  • player
    Mencari Nafkah di DPR
    Selasa, 8-Mei-2012
  • player
    Edisi Senin 7 Mei 2012
    Senin, 7-Mei-2012
  • player
    Tawuran Pelajar makin Sadis
    Sabtu, 5-Mei-2012
  • player
    Teror Bom Bersubsidi
    Jumat, 4-Mei-2012
  • player
    Membidik Koruptor Kakap di Banggar DPR
    Kamis, 3-Mei-2012
  • player
    Pelat Nomor Mobil Anas, Edisi Rabu 2 Mei 2012
    Rabu, 2-Mei-2012
  • player
    Angelina Sondakh dan Justice Collaborator
    Selasa, 1-Mei-2012
  • player
    Hari Buruh Jangan Rusuh
    Senin, 30-April-2012
  • player
    KPK masih Bergigi
    Sabtu, 28-April-2012
  • player
    Tragedi TKI tiada Bertepi
    Jumat, 27-April-2012
  • player
    BBM, Benar-Benar Membingungkan, Edisi Kamis 26 April 2012
    Kamis, 26-April-2012
  • player
    Industri Pemilu Kada, Edisi Rabu 25 April 2012
    Rabu, 25-April-2012
  • player
    TNI Vs Polri
    Selasa, 24-April-2012
  • player
    Ujian Nasional bukan Beban
    Senin, 23-April-2012
  • player
    Antiklimaks Kasus Wisma Atlet
    Sabtu, 21-April-2012
  • player
    Mencla-mencle Pembatasan BBM
    Jumat, 20-April-2012
  • player
    Obral Interpelasi, Editorial, Edisi Kamis 19 April 2012
    Kamis, 19-April-2012
  • player
    Nada Sumbang Orkestra Koalisi, Editorial Edisi Rabu 18 April 2012
    Rabu, 18-April-2012
  • player
    Rakyat Papua Butuh Didengar, Edisi Rabu 11 April 2012
    Rabu, 11-April-2012
  • player
    Editorial Edisi Selasa 10 April 2012
    Selasa, 10-April-2012
  • player
    Lampu Kuning Neraca Perdagangan
    Senin, 9-April-2012
  • player
    Sengkarut Koalisi
    Sabtu, 7-April-2012
  • player
    Banjir dan Pemilu Kada DKI
    Jumat, 6-April-2012
  • player
    Insiden LP Pekanbaru
    Kamis, 5-April-2012
  • player
    Jangan Menunggu Yang Mulia Demo
    Rabu, 4-April-2012
  • player
    Pembangkangan Kepala Daerah
    Selasa, 3-April-2012
  • player
    Bulan-bulanan BBM Bersubsidi
    Senin, 2-April-2012
  • player
    Politik Bunglon
    Sabtu, 31-Maret-2012
  • player
    Demonstrasi Damai
    Jumat, 30-Maret-2012
  • player
    Kebrutalan Polisi
    Kamis, 29-Maret-2012
  • player
    Demonstrasi dan Salah Urus Negara
    Rabu, 28-Maret-2012
  • player
    Demonstrasi tanpa Anarkisme
    Selasa, 27-Maret-2012
  • player
    Menjinakkan Mahasiswa
    Senin, 26-Maret-2012
  • player
    PSSI Kembar
    Sabtu, 24-Maret-2012
  • player
    Introspeksi untuk Berbenah
    Jumat, 23-Maret-2012