Gubernur: Tsunami Mentawai Telan 319 Nyawa

Nusantara / Rabu, 27 Oktober 2010 22:27 WIB


Metrotvnews.com, Mentawai: Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno, Rabu (27/10) malam menyatakan korban tewas akibat bencana tsunami di Mentawai, Sumbar, mencapai 319 orang. Angka tersebut bertambah seiring upaya evakuasi digulirkan.
 
Sekitar pukul 20.00 WIB tadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai, mendata 282 tewas akibat tsunami. Juga dilaporkan, 77 korban terluka berat dan 25 luka ringan. Sementara 411 orang dilaporkan hilang. Sebanyak 426 rumah rusak berat dihantam tsunami. Sebanyak 200 rumah rusak ringan.

Di Desa Muntei Barubaru, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Mentawai, 67 orang tewas. Adapun korban hilang mencapai 131 orang. Di Desa Muntei Barubaru berdomisili 73 kepala keluarga yang rumahnya kini rata dengan tanah. Wakil Presiden Boediono memberi bantuan berupa uang tunai dan obat-obatan. Bantuan lain belum datang mengingat sulitnya medan. (*****)




cbn
Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
titah,
Rabu, 27-Oktober-2010

banyaklah bertobat...pa perlu sampe kejakarta,, astgafirulloh
 
Rajab Ganjar Nugraha,
Rabu, 27-Oktober-2010

Fenomena di atas membuktikan bahwa bagaimanapun, keseimbangan alam berbanding lurus dengan gravitasi. Dalam proses pencapaian keseimbangan -entah apapun dan bagaimanapun konstelasi dan komposisi yang menyusunnya- dari awal terbentuknya bumi hingga entah sampai kapan, keseimbangan alam akan selalu menyertakan gravitasi dan tidak akan menghianatinya. Dengan akal sehat yang paling dangkal pun kita dapat mencapai simpulan bahwa kepentingan alam jauh lebih penting dan lebih mendasar daripada kepentingan manusia. Tetapi realitanya, seiring eksplorasi manusia terhadap alam, tampaknya kepentingan manusia telah melampaui batas kepentingan alam. Dengan dengan kata lain, manusia telah mengganggu kepentingan alam; kecenderungan alam untuk menuju keseimbangannya. Akibatnya apa jika manusia mengganggu kepentingan alam? Tak ayal lagi, akibatnya adalah kepentingan manusia tergilas, tergerus, terkena dampak dari kepentingan alam selama proses menuju keseimbangan. sALAM .
 
stev,
Rabu, 27-Oktober-2010

kedaan ini tidak akan pernah ketahuan kalau tidak dapat info dr para turis asing yang sedang di mentawai, alat pendeteksi tidak berfungsi..siapa yang bertanggung jawab..???