Cikeusik Kondusif

Hukum & Kriminal / Minggu, 6 Februari 2011 21:13 WIB


Metrotvnews.com, Pandeglang: Lokasi penyerangan warga terhadap anggota Ahmadiyah di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, kini sudah kondusif. Meski demikian, polisi dan TNI disiagakan di sejumlah titik. Dilaporkan, 3 orang tewas dan 5 lainnya luka-luka akibat penyerangan warga itu. Korban tewas yaitu, Mulyadi, Tarno dan Roni. Mereka pengikut Ahmadiyah.

Sementara itu, kondisi rumah Pimpinan Ahmadiyah Cikeusik, Suparman, rusak berat. Puing-puing rumah masih tersisa. Di depannya, terdapat dua rongsokan mobil yang hancur akibat dibakar massa penyerang.

Kasus tersebut bermula saat warga menemui Pimpinan Ahmadiyah Cikeusik, Parman. Menurut Kepala Kepolisian Resor Pandeglang AKBP Alex Fauzi Rasjid, warga meminta Ahmadiyah dibubarkan karena sudah dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, sambutan berbeda justru dilontarkan Parman. Senjata seperti samurai, parang, dan tombak diacung-acungkan. Bahkan, anggota Ahmadiyah tiba-tiba membacok lengan kanan seorang warga, Sarta, hingga nyaris putus.

Pembacokan itulah yang memicu amarah warga. Kini, polisi masih menyelidiki kejadian berdarah tersebut. Meski demikian, belum ada satu pun orang yang ditetapkan sebagai tersangka. (**)




cbn
Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
Dora,
Selasa, 8-Februari-2011

kenyataannya ahmadiyah memang meresahkan juga, tidak pantas dibela. terlepas dari apapun sebab sebenarnya kericuhan kemarin. semoga para pengikut ahmadiyah itu kembali ke jln yg benar.
 
Akang,
Senin, 7-Februari-2011

Berita diatas adalah berita bohong sekali, sama sekali tidak benar sdr. Suparman mengacung-acungkan golok atau samurai, karena waktu itu Sdr. Suparman sedang diamankan di Polres Pandeglang, justru orang ahmadi yang diserang dan dianiaya sehingga 3 orang syahid dan 6 orang lainya terluka. Sungguh pembuat berita ini tidak memakai logika sangat tidak mungkin orang 15 orang berani menantang ribuan orang. Jadi tolonglah bikin berita itu yang aktual, jangan sepotong-sepotong
 
tomi,
Senin, 7-Februari-2011

bagi saya orang awam gregetan juga dg ahmadiyah. markas pusat ahmadiyah itu di london bule inggris .yg menyebarkan pada pengikutnya percaya gulam ahmad sebagai nabi,apa apaan ini .bule2 inggris sudah memfasilitasi markas pusat di london. itu artinya masyarakat di akar rumput di adu domba, kalo ada bentrok lagi paling 2 nama akmadiyah akan melejit dan akan dg mudah mengajarkan ajaran sesat. percaya nabi terakhir yakni bukan muhammad
 
majapahit lagi,
Minggu, 6-Februari-2011

Selalu Kondusif, kalau sudah jatuh Korban dan Hancur Lebur, Pemerintah dalam hal ini Kepolisian selalu berkata situasi sudah kondusif kok, nanti juga Negara Indonesia sudah hancur lebur, karena sudah dijarah kaum koruptor, Pemerintah juga akan berkata: oh situasi sudah KONDUSIF kok, sdh nggak ada yang bisa di jarah lagi, ntar kalau sudah ada yang bisa dijarah/ dikorupsi lagi, mereka biarin lagi
 
majapahit,
Minggu, 6-Februari-2011

Kepolisian dalam hal ini Kapolres harus bertanggung jawab atas terjadinya Insiden ini, sudah beberapa hari, pihak Jemaah Ahmadiyah sudah melaporkan dan memohon Perlindungan dari Kepolisian akan terjadinya Insiden ini, tetapi stelah Korban berjatuhan dan Rumah maupun Aset dirusak dan diserbu massa Kepolisian meng klaim bahwa situasi sudah Kondusif, Tugas Kepolisian adalah melindungi Rakyat dalam situasi terancam baik dari agam apapun selama mereka Warga Negara dan Anak Bangsa Indonesia adalah Tugas Pemerintah untuk melindungi mereka baik diluar maupun didalam Negeri. Bubarkan FPI, mereka selalu berbuat tidak menyenangkan buat siapapun, onar, misalnya: pernah penjual makanan pada bulan Puasa, kedai mereka diobrak abrik, apa2an itu? Kan juga ada orang yang juga mau harus mencari nafkah, apakah solusinya dgn Kekerasan?