UIN: Pepi Berubah sejak 2004
Hukum & Kriminal / Kamis, 28 April 2011 18:27 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Sekumpulan dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah menyebut terorisme sebagai puncak intoleransi. Dimulai dari yang tersederhana, men-judge pihak lain, hingga mengajarkan kebencian. Mereka mengenal Pepi Fernando cs.
Di Kampus UIN Jakarta, Kamis (28/4), dosen mengaku sekalipun tidak dekat, mereka mengetahui aktivitas Pepi. Pepi masuk UIN pada 1997 dan menjadi alumnus empat tahun kemudian. Semula dia mahasiswa biasa, tidak aktif organisasi kemahasiswaan.
Pepi dan tersangka lain, Fadly, Hendi Suhartono, dan Febri Hermawan, kerap berkumpul di satu tempat. Djaka Badranaya, dosen, mengatakan perubahan Pepi tampak sejak 2004. Tepatnya setelah terjun ke Aceh.
Pepi juga sempat menasihati rekan-rekannya supaya kembali ke jalan yang benar. Mulai dari situ Djaka heran dengan sikap Pepi. Pepi jadi radikal.
Pepi, aku dosen, sempat mengatakan akan memberi pelajaran pada pemerintah dengan keadaan negara yang dianggap memerlukan perubahan. (*****)