Mahasiswa Universitas Pattimura Bentrok

Nasional / Rabu, 6 Juli 2011 19:38 WIB


Metrotvnews.com, Ambon: Dua kelompok mahasiswa Universitas Pattimura Ambon, bentrok, Rabu (6/7) sore. Mahasiswa saling serang menggunakan senjata tajam dan membakar sejumlah fasilitas kampus.

Tawuran ramai. Polisi sampai kewalahan. Kedua kelompok bertikai tak hirau walau polisi berkali-kali melepaskan tembakan peringatan.

Tak puas saling menyerang, kedua kelompok sama-sama merusak fasilitas kampus. Redung registrasi, laboratorium, Fakultas Ekonomi dan sejumlah bangunan lain porakporanda. Situasi di dalam kampus kini masih tegang.

Beberapa mahasiswa menuturkan, perang adalah buntut protes terkait hasil seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Mahasiswa marah karena pelaksanaan seleksi tak berimbang. Mereka juga menuntut pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa Unpatti.(ICH)




cbn
Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
Ocha,
Senin, 20-Februari-2012

UntUk maluku sekarng, hkum perlu di tegakan l9i,
 
ambon,
Sabtu, 23-Juli-2011

dari tadi perjanjian malino aja yang di sebut,,,saya mau tanya,,,apa ada yang tau isi dari perjanjian malino,,,???
 
uang,
Jumat, 8-Juli-2011

mirel. memang kalau suatu masalah tidak dpt diselesaikan dengan baik alias setengah2 maka akan terjadi seperti itu, kalau orang sudah kalap segala perbuatan akan dilakukan belum lagi ada provokator yang mengikuti. Pengalaman saya 7 tahun diambon dan telaah saya selama kurun waktu 7 tahun. isu sentral diambon yang paling mudah menjadi kerusuhan adalah AGAMA, Tanah, budaya soppy masyarakat ambon.
alangkah baiknya Civitas akademika UNPATTI mereformasi diri, transparan dalam menyampaikan informasi serta hilangkan diskriminasi rasis dan agama serta obyektif dalam menilai. Semua harus mengevaluasi diri bagaimana langkah kedepan untuk kemajuan UNPATTI dan masyarakat maluku... masih banyak persoalan yang harus diselesaikan dlm memajukan MALUKU. Janganlah berkutat masalah SARA. Masalah pengangguran dan kemiskinan didepan mata. belum lagi daya saing masy maluku sangat rendah, janganlah sampai terjadi masyarakat maluku dalam sepuluh tahun kedepan menjadi penonton didalam rumahnya sendiri. tugas kalianlah para pemuda harapan bangsa untuk memajukan MALUKU, kita sebagai pendatang saja sudah cape melihat keributan-keributan yang terselesaikan, kita jg prihatin mengapa maluku dikuasai pendatang, lebih mementingkan investor asing, drpd lebih mementingkan pembangunan mall2 dan hotel2 drpd pembangunan ekonomi riil masy maluku sendiri. Mari Pemuda-pemuda maluku hilangkan perbedaan, bersatu padu memajukan maluku, gunakan ilmu dibangku kuliah yg kalian dapat untuk memajukan MALUKU...LAWAMENA HAULALA
 
uang,
Jumat, 8-Juli-2011

Kenapa sih Unpatti tidak belajar dari kejadian yang dulu2, masyarakat aja mau belajar dari kerusuhan 1998-1999 shg dapat hidup tentram dan damai dlm segala perbedaan. Tapi Para calon pemimpin yang katanya Intelek berbuat anarkis. Menurut sy UNPATTI tidak mau belajar dr pengalaman dan manajemen konfliknya BURUK. ketidak transparanan dan terkotak-kotaknya mahasiswa serta diskriminasi dosen baik yg muslim maupun kristen menyebabkan konflik berlarut.
Mungkinkah seorang dosen bertanya kpd mahasiswa yang jelas2 muslim ditanyai agamanya apa? jemaat mana famnya apa? serta yang saya ingat salah satu dosen mengatakan " Saya senang kalau orang jawa bodoh, kalah sama orang ambon. serta " salah siapa kamu kuliah diambon, ya bahsa pengantarnya menggunakan bhs ambon, padahal kan mahasiswanya bukan hanya dr ambon saja..bagaimana statement dosen sprti itu pasti akan membuat benih benih konflik. kejadian ini sy alami sendiri krn saya satu2nya orang jawa yang kuliah di FE Unpatti
Janganlah ada diskriminasi- diskriminasi kalau UNPATTI mau maju
 
uang,
Jumat, 8-Juli-2011

Kenapa sih Unpatti tidak belajar dari kejadian yang dulu2, masyarakat aja mau belajar dari kerusuhan 1998-1999 shg dapat hidup tentram dan damai dlm segala perbedaan. Tapi Para calon pemimpin yang katanya Intelek berbuat anarkis. Menurut sy UNPATTI tidak mau belajar dr pengalaman dan manajemen konfliknya BURUK. ketidak transparanan dan terkotak-kotaknya mahasiswa serta diskriminasi dosen baik yg muslim maupun kristen menyebabkan konflik berlarut.
Mungkinkah seorang dosen bertanya kpd mahasiswa yang jelas2 muslim ditanyai agamanya apa? jemaat mana famnya apa? serta yang saya ingat salah satu dosen mengatakan " Saya senang kalau orang jawa bodoh, kalah sama orang ambon. serta " salah siapa kamu kuliah diambon, ya bahsa pengantarnya menggunakan bhs ambon, padahal kan mahasiswanya bukan hanya dr ambon saja..bagaimana statement dosen sprti itu pasti akan membuat benih benih konflik. kejadian ini sy alami sendiri krn saya satu2nya orang jawa yang kuliah di FE Unpatti
Janganlah ada diskriminasi- diskriminasi kalau UNPATTI mau maju