Rektor Udayana Bantah Ada Kecurangan dalam Proyek RS

Hukum & Kriminal / Senin, 15 Agustus 2011 16:09 WIB


Metrotvnews.com, Denpasar: Rektor Universitas Udayana Made Bakta menegaskan bahwa tidak ada tekanan dari siapa pun untuk memenangkan PT Duta Graha Indah dalam proyek Rumah Sakit Universitas Udayana. Proyek RS Universitas Udayana di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu proyek yang dimenangkan PT DGI yang disebut-sebut terkait mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Made Bakta mengatakan PT DGI menang tender sesuai prosedur untuk proyek RS Universitas Udayana Bali. PT DGI memberikan penawaran paling rendah.

Di sisi lain, Rektor memerkirakan proyek tersebut terancam molor menyusul adanya kasus yang melibatkan Nazaruddin. Rencana semula proyek itu ditargetkan rampung pada tahun 2012.

Pembangunan fisik rumah sakit sampai saat ini baru mencapai sekitar 40 persen atau baru selesai tahap ke-dua. Biaya tahap pertama Rp53 miliar dan tahap kedua sebesar Rp100 miliar. Dua tahap pembangunan rumah sakit dimenangkan PT DGI, dengan total biaya proyek mencapai Rp600 miliar.(DSY)Rektor Udayana Bantah Ada Tekanan dari DGI

Rektor Universitas Udayana Made Bakta menegaskan PT DGI memenangkan tender proyek RS Udayana di Jimbaran, sesuai prosedur. PT DGI memberikan penawaran paling rendah.

Di sisi lain, Rektor memerkirakan proyek tersebut terancam molor menyusul adanya kasus yang melibatkan Nazaruddin. Rencana semula proyek itu ditargetkan rampung pada tahun 2012.
 
Metrotvnews.com, Denpasar: Rektor Universitas Udayana Made Bakta menegaskan bahwa tidak ada tekanan dari siapa pun untuk memenangkan PT Duta Graha Indah dalam proyek Rumah Sakit Universitas Udayana. Proyek RS Universitas Udayana di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu proyek yang dimenangkan PT DGI yang disebut-sebut terkait mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Made Bakta mengatakan PT DGI menang tender sesuai prosedur untuk proyek RS Universitas Udayana Bali. PT DGI memberikan penawaran paling rendah.

Di sisi lain, Rektor memerkirakan proyek tersebut terancam molor menyusul adanya kasus yang melibatkan Nazaruddin. Rencana semula proyek itu ditargetkan rampung pada tahun 2012.

Pembangunan fisik rumah sakit sampai saat ini baru mencapai sekitar 40 persen atau baru selesai tahap ke-dua. Biaya tahap pertama Rp53 miliar dan tahap kedua sebesar Rp100 miliar. Dua tahap pembangunan rumah sakit dimenangkan PT DGI, dengan total biaya proyek mencapai Rp600 miliar.(DSY)




cbn
Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
runyam,
Senin, 15-Agustus-2011

radikulus praktek serupa itu terjadi di setiap proyek berdsrkn APBN... sebab dimulai ketika rencana anggaran diturunkan terbalik dari atas ke bawah... coba tanya saja para gubernur, bupati, para disdik atau rektor yang sdg menggarap proyek apbn... sampai-sampai mengadaan lab saja kontraktornya hrs yang telah bejasa... ah.. perkeliruan sudah biasa di negeri ini. makanya kualitas bangunan atau apapun hasil kerja proyek dipastikan jelek sebab harga tinggi kualitas rendah... ya setoran itu tutuuthhh.. Pak Rektor jujur saja dah! atau para rektor lainnya juga berbuka suara saja... sebab kualitas proyek lima taun ke depan bisa diuji... kualitasnya...
 
alamsyah,
Senin, 15-Agustus-2011

Rektor Universitas Udayana Made Bakta harus diselidiki.