PPATK: 50 Persen PNS Muda Rekeningnya Mencurigakan

Nasional / Rabu, 7 Desember 2011 18:30 WIB


Metrotvnews.com, Jakarta: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan hasil penelusuran terhadap rekening mencurigakan milik PNS muda. Ada 50 persen PNS muda terindikasi korupsi. Bahkan, ada 10 PNS muda melakukan transaksi hingga miliaran rupiah.

Transaksi ini bukan yang pertama, karena sebelumnya ada kasus Gayus Tambunan yang merupakan pegawai Ditjen Pajak Kemenkeu. Temuan ini diungkapkan pihak PPATK di Jakarta.

Fakta itu merupakan bagian dari temuan 1.800 rekening bernilai puluhan hingga ratusan miliar rupiah milik PNS.

Tidak hanya di pusat, fenomena tersebut juga terjadi di seluruh Indonesia, dan banyak dilakukan bendaharawan proyek APBN dan APBD. Modusnya, para bendaharawan proyek itu mentransfer uang negara ke rekening pribadi, bahkan rekening istri dan anak-anak mereka.

Kasus PNS muda memiliki rekening gendut ini sebelumnya pernah terjadi terdakwa kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Gayus memiliki uang dengan jumlah Rp28 miliar.

Untuk ukuran pegawai negeri golongan III A merupakan jumlah yang fantastis. Nilai tersebut ternyata belum termasuk aset rumah di Kelapa Gading, dan kendaraan yang dimiliki Gayus Tambunan. Padahal PNS di Ditjen Pajak ini baru memiliki masa kerja 5 tahun.

Hasil temuan PPATK terkait rekening PNS ini menjadi acuan betapa pegawai negeri masih rentan terhadap penyimpangan. Padahal sebelumnya sudah ada program renumerasi, namun ternyata tidak menjamin PNS bersih dari korupsi.(DNI)




cbn
Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
almas,
Rabu, 28-Desember-2011

muda2han org yg korupsi cpat sadar kalau tidak ya Allah hancurkan dia
 
9852bf,
Rabu, 14-Desember-2011

PNS yg mempunyai tabungan gendut harus di usut. Jika dibiarkan maka generasi penerus korupsi harta rakyat dan negara tdk akn hbs mrk akn trs berkembang dan rakyat akn tetap menderita.
 
Jalu,
Senin, 12-Desember-2011

pimpinan metrotv mau jadi presiden yah, boleh2 saja tapi jangan bawa2 nama 50% pns muda, tidak mungkin agen2 perubahan yang masuk di jajaran pemerintahan bisa kompak 50% melakukan tindak korupsi seperti yang dituduhkan sembarangan itu. Mereka ini yang dulu memperjuangkan reformasi sehingga berhasil seperti sekarang, dan pemberitaan ini seolah membuat dikotomi tua dan muda, dan yang tua kelakuannya bersih, padahal dalam pns kental sekali senioritasnya dimana yang muda selalu ada di belakang yang tua dengan daftar urut kepangkatan
 
putut,
Kamis, 8-Desember-2011

emang sudah buta, tuli,mati rasa, moral oknum2 itu. santet aja......
 
indri,
Kamis, 8-Desember-2011

Saya sependapat dgn Putri, mestinya aparat penegak hukum jangan banyak bicara tanpa ada tindakan nyata. Kalau memang ada ditemukan hal2 yg mencurigakan tindaklanjuti saja sesuai aturan yg berlaku. Metro TV pun jangan jadi kambing congek dg membesar2kan masalah ini, yg jelas tdk masuk akal. Kita perlu bukti bukan hanya komentar sana-sini yg justru bisa membuat para pelakunya menghilangkan barang bukti.