Gorontalo Wajibkan Gaji Suami Ditransfer ke Rekening Istri
Nasional / Rabu, 8 Februari 2012 20:22 WIB
Metrotvnews.com, Gorontalo: Pemerintah Provinsi Gorontalo membuat kebijakan baru. Isinya, mewajibkan gaji suami yang berstatus pegawai negeri sipil untuk diberikan sepenuhnya kepada istri masing-masing. Kebijakan itu dilakukan karena banyak istri PNS tidak mengetahui besar gaji dan tunjangan suami.
Menurut Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Rabu (8/2), ia sering mendapatkan keluhan dari para istri PNS. Lewat aturan baru itu, gaji PNS yang berstatus suami akan ditransfer ke rekening istri. Tujuannya, agar para istri berperan aktif memaksimalkan pendapatan para suami untuk kebutuhan keluarga.
Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini tengah mendata ribuan pegawainya yang telah memiliki istri. Setelah pendataan selesai, nantinya setiap tanggal satu gaji mereka akan ditranfer ke rekening istri masing-masing.
Kebijakan pemerintah daerah itu ditanggapi positif oleh para PNS yang telah memiliki istri. Mereka menilai, dengan kebijakan itu para istri dapat berperan aktif dalam mengelola gaji yang didapat untuk keperluan keluarga.
Gubernur Gorontalo saat ini memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Gorontalo untuk mendata kembali semua PNS yang telah berkeluarga. Rencana mentransfer gaji suami ke rekening istri diberlakukan mulai Maret nanti.(DOR)
|
|
|
|
Jumat, 10-Februari-2012
Baik sekali ide Mentrasfer gaji suami ke rekening istri kalau istri bisa kelola,masih banyak ibu2 yg gak bisa kelola uang kalau gagal akibatnya Keluaga Carut Marut Siapa tanggung Jawab Mau Pemda Gorontalo OK
Jumat, 10-Februari-2012
Baik sekali ide Mentrasfer gaji suami ke rekening istri kalau istri bisa kelola,masih banyak ibu2 yg gak bisa kelola uang kalau gagal akibatnya Keluaga Carut Marut Siapa tanggung Jawab Mau Pemda Gorontalo OK
Rabu, 8-Februari-2012
Maaf.. Mantap program ini.. Tp kalau istri yg pns dan suami ga pns gmn cobak..
Rabu, 8-Februari-2012
Ada sisi positif dan adapula sisi negatif nya bagi suami, klu sisi positif nya memang sudah hakekatnyalah suami bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga jd harus langsung diberikan pada istri yg selaku pengatur kestabilitasan ekonomi keluarga.....sedangkan segi negatifnya bagi suami kantong saku nya mau diisi pake uang yg mana lagi ujung2nya buat rokok, pulsa, minyak kendaraan dll harus cari sampingan lagi atau tambahan, bisa2 nambah korupsi lagi donk...he..he...