Nazaruddin Anggap Kesaksian Menegpora Sesuai Fakta

Polhukam / Rabu, 22 Februari 2012 14:15 WIB


Metrotvnews.com, Jakarta: Terdakwa kasus suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin tak keberatan dengan kesaksian Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Alifian Mallarangeng di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (22/2). Menurutnya, kesaksian Menegpora telah sesuai dengan fakta.

Nazaruddin tak memberikan pernyataan pada Andi Mallarangeng. Ia pun membenarkan kesaksian Andi Mallarangeng soal beberapa pertemuan yang tak pernah membicarakan proyek Wisma Atlet di antara keduanya. Nazaruddin pun tak pernah mendorong Menegpora memilih perusahaan rekanan untuk membangun Wisma Atlet.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menghadirkan dua saksi dalam sidang tersebut, yakni Menegpora dan Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh. Keduanya diminta keterangan mengenai anggaran Wisma Atlet yang disebut-sebut digunakan untuk pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres Demokrat di Bandung, Mei 2010.(RRN)




cbn
Komentar

Nama:
Email:
Komentar:
Kode Keamanan:
tanjung,
Kamis, 23-Februari-2012

Ayo pak beye,ayo keluarga malaranggeng,ayo blok batak,ayo blok anas,ayo blok bu ani, ayo blok cikeas,ayo blok marzuki,ayo demokrat yg didaerah, bikin banyak proyek,kita korupsi dan kita kumpulin duit sebanyak2nya.biar kita kaya raya.mumpung kita berkuasa.ayo lanjutkan kuras duit negara.hahhahahaha dasar partai bajingan.
 
Bamriyanto,
Rabu, 22-Februari-2012

Negoro gak karuwan kabeh
 
Bamriyanto,
Rabu, 22-Februari-2012

Negoro gak karuwan kabeh
 
Jekyll,
Rabu, 22-Februari-2012

Nazarudin,Andi m. Anggie, Anas U, Ruhut S. Sutan B, R Pohan,semuanya itu anak buahnya sby,kerjaanya pada ribuuut mulu saling jotos,saling tuduh,saling fitnah,huuuu..kalo semua partai kacau kaya demokrat bisa ancur negeri ini! Yg korupsi lah, yang nerima sogokan lah, yang ngeles mulu lah, kapan ngurus rakyat Dan negaranya kalo waktu hanya dipakai sibuk pada nutupin kebusukan masing2! Busuk, busuk,semuanya!
 
dariesgea,
Rabu, 22-Februari-2012

Dianggap benar dengan benar itu sangat berbeda, karena dianggap benar itu sebenarnya salah